Giat Kungker, Jasmin Mengatakan : Ingin Memajukan Kabupaten Jeneponto

Jeneponto Sulsel, Harnasnews.com – Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Provinsi Sulawesi Selatan adakan giat Kunker, tepatnya di Desa Pallantikang Kec. Bangkala Kab. Jeneponto, kamis (13/02/2020).

Pada kesempatan ini, Kabid Linjamsos Sulawesi Selatan Jasmin, didampingi Kadis Sosial Jeneponto H.Muh. Rusli Ramli, S. SOS. M.Pd, mengatakan bahwa data bayar penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tertinggi dimiliki Kabupaten Jeneponto tahun 2020.

Lanjut kata Jasmin, saat ini Kabupaten Jeneponto berada pada peringkat ketiga sesudah Kab. Bulukumba yang masih bertengger diperingkat pertama dan Kab Gowa menduduki peringkat kedua.

Jasmin juga mengatakan, Jeneponto ini sedang berada diperingkat ketiga, keluarga penerima manfaatnya berdasarkan data bayar PKH tahun 2020, sebesar Rp. 18.045.800.000 miliar.

Menurutnya, ada perluasan PKM PKH tahun ini (2020), untuk Kabupaten Jeneponto dengan total penerima manfaat sebanyak 22.035 orang.

Untuk itu,” kami secepatnya akan melaksanakan rapat, demi kemajuan Kabupaten Jeneponto, kami akan mengundang dan akan melibatkan semua unsur untuk melakukan perbaikan data terkait kegiatan labelisasi rumah PKM PKH,” kata Jasmin.

Jasmin mengakui,” kalau data ini bukan dari data penggiat sosial PKH yang salah,” tandasnya.

Namun Jasmin berpendapat, data ini bersumber dari BPS, kemudian masuk di Kementrian Sosial. Hingga diturunkan ke Kabupaten dan terakhir turun di pendampingan.

Oleh karena itu, saya akan melakukan verifikasi dan validasi data.” Tidak ada lagi pendamping desa yang bisa main – main dengan data. Harus sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan,” tegas Jasmin

Kami akan tekankan agar pemerintah desa harus terlibat langsung dalam melakukan validasi data.” Dikarnakan pemerintah desa sangat besar pengaruhnya dalam menentukan KPM layak atau tidaknya masuk sebagai peserta PKH,” terang Jasmin.

Dia jelaskan, kegiatan labelisasi rumah PKM PKH ini, merupakan langkah awal selama ia menjabat sebagai Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.

“Meskinpun demikian kegiatan juga sama sudah berjalan di kabupaten lain, seperti di daerah bagian Jawa,” ungkapnya

Kalau kita berpikir kata Jasmin, Masyatakat Jeneponto memiliki kultur yang masih kuat dengan budaya tinggi SIRI’na.” Kita ini sangat malu kalau sudah layak kehidupan nya lalu dipasangi label kategori miskin,” katanya.

“Karena itu, kita harus carikan pola baru agar mereka sadar bahwa mereka tidak layak lagi menerima PKH,” ucap Jasmin.

Dikatakannya.” Jeneponto salah satu Kabupaten yang masuk dalam kategori miskin. Oleh Kerenanya,” data yang diperoleh sepertinya tidak falid. Seperti gambarannya terlihat jarang ada orang mengudurkan diri secara legowo sebagai peserta PKH dengan pola edukasi,” ujar Jasmin.

Disamping itu, kegiatan ini turut serta dihadiri, Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional H.Ir.Awaluddin Sinring, Kepala Desa Pallantikan, Forkopincam Bangkala, Tokoh Masyarakat dan para pendamping PKM PKH (Ikbal)

Leave A Reply

Your email address will not be published.