Harian Nasional News Group

GPMI Dukung Anies Tarik Tuas Rem Darurat di DKI

Kasus Positif Covid-19 Meningkat

 

JAKARTA, Harnasnews.com-Pemerhati Kota Jakarta Syarief Hidayatulloh mendukung keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik tuas rem darurat. Sudah sepatutnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah ini.

“Saya mendukung total keputusan Gubernur Anies kembali ke PSBB awal yang super ketat. Kondisinya sudah mengkgawatirkan,” kata Syarief Hidayatulloh dalam keterangannya Rabu (9/9) malam.

Syareif yang juga Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jakarta Raya ini menyebut, tingkat keterisian tempat tidur isolasi dan ICU harian di Jakarta semakin meningkat. Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, hingga 06 September, presentase keterpakaian tempat tidur dan isolasi harian di 67 Rumah Sakit (RS) rujukan mencapai 77 persen. Diketahui, jumlah tempat tidur diisolasi di 67 RS rujukan adalah 4.456.

Sedangkan tingkat keterisian ICU harian di 67 RS rujukan meningkat menjadi 83 persen. Diketahui, jumlah tempat tidur ICU di 67 RS rujukan tercatat 483.

Ditambah, stok makam khusus jenazah dengan protap Covid-19 juga menipis. Stok lahan makam di dua Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Corona, yakni di TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur, kini mulai menipis. Tinggal 1.100 makam. Diperkirakan, satu hingga dua bulan ke depan, blok makam khusus Covid-19 akan penuh. Apalagi jika tingkat penularan dan kematian perhari kian tinggi seperti saat ini.

“Selain itu, tenaga kesehatan juga kewalahan. Bahkan, sampai-sampai Pemprov DKI Jakarta merekrut tenaga kesehatan tambahan 1.000 lebih. Karenanya pergerakan warga memang harus dibatasi,” tandasnya.

14 September Mulai PSBB Ketat

Diketahui, dalam konferensi persnya Rabu (9/9) malam, sebagai langkah kebijakan rem darurat atau Emergency Brake Policy, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Gubernur Anies menyatakan, situasi wabah di Jakarta saat ini berada dalam kondisi darurat. Pemprov DKI Jakarta memutuskan menarik rem darurat dan kembali ke PSBB ketat. Mulai 14 September, pergerakan warga akan dibatasi.

“Warga akan kembali berkegiatan dari rumah, beribadah dari rumah, bekerja dari rumah dan belajar dari rumah. Mulai Senin 14 September, seluruh kegiatan perkantoran akan dilakukan dari rumah dan akan ada 11 bidang esensial yang diperbolehkan beroperasi,” kata Gubernur Anies.

Kata Gubernur Anies, ada 11 bidang non esensial yang izinnya dikeluarkan akan dievaluasi kembali. Seluruh tempat hiburan akan kembali ditutup. Kerumunan dan kegiatan yang mengumpulkan dilarang.

“Tempat ibadah yang boleh dibuka hanya di level kampung atau komplek dan hanya boleh digunakan oleh warga setempat. Khusus tempat ibadah di zona merah dan wilayah dengan kasus tinggi tidak diperbolehkan buka,” tambah Anies.(sof)

Leave A Reply

Your email address will not be published.