Harian Nasional News Group

Mahasiswa Prodi Teknologi Manufaktur Untag Ciptakan Mesin Pengaduk Adonan 

Pendidikan

Surabaya,Harnasnews.com – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) membuat rancang bangun sistem transmisi mesin pengaduk adonan. Bermula dari pembuatan kue home industri yang dijumpai disekitarnya.

Kedua mahasiswa tersebut yakni Rohmansyah Akhirun Ni’an dan Hendry Ronaldo yang merupakan mahasiswa prodi Teknologi Manufaktur,  Fakultas Vokasi.

“Dengan adanya alat ini saya ingin memudahkan proses produksi pada industry kue rumahan. Karena banyak industri kecil dan menengah bidang kuliner yang juga semakin meningkat,” kata dia.

Apalagi,  kata dia,  masih banyak home industri kue yang menggunakan alat manual yang berdampak pada lamanya proses produksi.  “Jadi kami coba membuat alat serbaguna yang sekiranya dibutuhkan di masyarakat,” Ujar dia.

Pada rancang bangun mesinnya,  keduanya menggunakan motor listrik sebesar seperempat hp (horsepower) dengan kecepatan 1400 rpm. Sedangkan tangki adonan dibuat paten agar tidak terjadi pergeseran antara wadah dan poros.  Kapasitas mesin tersebut juga bisa sampai 5 kg.

Karena ini redesain dan bukan inovasi baru, kami berharap mesin adonan ini mampu memaksimalkan produksinya.

Sementara itu,Pebimbing program studi D3 Teknologi Manufaktur,  Mario Sariski Dwi Ellianto menambahkan dibanding dengan mesin  pengaduk adonan yang sudah ada dipasaran, harga  alat yang dibuat oleh mahasiswanya  tersebut lebih terjangkau. Selain itu,  alat tersebut juga mampu membantu pengusaha home industry kue yang membutuhkan kapasitas adonan cukup banyak.

“Ini (mesin adonan) memang sudah banyak dipasaran. Tapi yang diteliti dari redesain, dari segi kerangka mesin dengan menggunakan software,” ungkap dia.

Untuk kekurangannya, Mario menjelaskan jika hal tersebut terkait dengan safety mesin seperti pulley fan belt yang tidak terkover sehingga berbahaya jika digunakan. Wadah adonan yang tidak bisa dibongkar pasang juga jadi kekurangan. Kemudian tingkat sterilisasi, ini jadi kelemahan dan belum kita ujicoba,” jabarnya.

Ke depan,  ketiga hal yang menjadi evaluasi oleh pihaknya rencananya akan dilakukan perbaikan agar menjadi mesin pengaduk adonan yang higienis.[PUL]

Leave A Reply

Your email address will not be published.