PKS Pasrah Wagubnya Ditolak DPRD 

PPP Tuding Isu Money Politik Untuk Menakut-nakuti 106 Anggota Dewan

JAKARTA, Harnasnws.com – Posisi wakil gubernur DKI Jakarta hampir satu tahun ditinggal oleh Sandiaga Uno yang saat itu maju sebagai calon wakil presiden. Hingga kini pembahasan posisi tersebut pun berjalan alot di tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Kekosongan kursi orang nomor 2 di Jakarta ini pun mendapatkan penilaian yang berbeda di mata fraksi-fraksi di DPRD DKI. Anggota DPRD DKI, Mujahid Samal dari fraksi PPP menilai ada oknum yang ingin menunda pemilihan wagub tersebut. Dengan melemparkan isu money politik menjelang paripurna wagub.

“Mungkin ada oknum yang ingin menggagalkan proses paripurna wagub ini, bisa jadi isu money politik tujuannya untuk menakut-nakuti dewan,” ujar ketua DPC Jakpus, Mujahid Samal.

Ia menuturkan jika tidak ada oknum yang bermain, rapimgab Wagub ini akan selesai dalam waktu sehari.

“Kalau tidak ada yang bermain Rapimgab bisa saja dilakukan dalam sehari. Kuorum atau tidak. Itu bisa terjadi asal ada niatan,”jelasnya

“Bayangkan berapa miliar anggaran sudah habis. Persoalan sepele, Rapimgab nggak quorum,”tambahnya.

Anggota DPRD dari PKS, H.Achmad Yani hanya bisa pasrah melihat dinamika politik yang ada di Kebon Sirih.
Sebab, segala upaya yang dilakukan PKS sudah maksimal.”Kalau pun ditolak dan tidak ada pemilihan. Apa boleh buat. Kami pasrah. Karena kami sudah berusaha,” beber Yani.

Lanjut Yani, terkait adanya isu money politik menuturkan anggota fewan agar jangan takut untuk melakukan rapimgab ini. Hanya karena ada oknum yang bermain dan menakuti.

“Pimpinan segera melakukan rapat itu lagi sehingga. Semua berjalan biasa-biasa aja. Dewan jangan takut donk. Kalau berjalan baik sesuai dengan peraturan. Kalau hal lain bisa kenapa wagub tidak bisa,”jelasnya.(sof)

Leave A Reply

Your email address will not be published.