Polisi Panggil Pipit Dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Identitas Oleh Ketua KONI Kabupaten Bekasi

KAB. BEKASI, (Harmasnews.com) – Polemik perseteruan Ketua KONI Kabupaten Bekasi Reza Lutfi dan mantan istrinya kembali berlanjut. Didampingi tim pengacara, Pra Fitria Angelia menjalani pemeriksaan di Polres Metro Bekasi pada Kamis (15/10.

“Hari ini kami tim kuasa hukum mendampingi klien kami mba Pra Fitria dalam rangka memenuhi undangan untuk klarifikasi, sebenarnya LP (Laporan Polisi) ini berawal dari Polda Metro Jaya pada akhirnya hari ini dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kabupaten,” ujar tim kuasa hukum yang diwakili oleh Zeesha Fatma Defega, S.H di Mapolres Metro Bekasi Kabupaten pada Kamis (15/10)

Surat pelimpahan dengan Nomor B/4649/X/2020/Restro.Bks, Materi dalam pemeriksaan ialah seputar dugaan pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dilakukan oleh terlapor Reza Lutfi. Pipit (Sapaan akrab Pra Fitria) dicecar pertanyaan seputar kronologis awal tentang pembuatan KTP terlapor. Ia mengaku sangat dirugikan dengan status yang dicantumkan di KTP terlapor.

“Lebih kepada bagaimana kilen kami ini mengetahui kronologis e-Ktp itu bujangan, padahal pada saat itu statusnya masih suami sah dari ibu Fitria,” tambah Zeesha.

Sementara ini, ia bersama dengan Tim Kuasa Hukum masih menunggu pernyataan dari pihak Kepolisian terkait dengan kasus dugaan pemalsuan identitas tersebut.

“Kita menunggu bagaimana tindakan dari penyidik sendiri apakah ada tindak pidana pemalsuan e-KTP nya atau identitasnya yang dipalsukan, inilah kenapa ada pelimpahan dan pelimpahan,” imbuhnya.

Sebelumnya, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi sudah dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangannya. Kasus tersebut sebenarnya sudah bergulir beberapa waktu lalu. Kasus itu juga sempat masuk ke meja Polda Metro Jaya sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kabupaten.

Pra Fitria Anglia mengaku sudah mengingatkan mantan suaminya tersebut untuk segera memperbaiki status identitasnya. Ia mengetahui status pada e-KTP Reza pada tahun 2018 lalu dengan tanggal cetak KTP pada tahun 2017. Ia yang tidak berpikiran negatif selalu mencoba mengingatkan Reza terlebih selama 10 tahun menikah, ia dan Reza dikaruniai anak yang saat ini masih berusia 5 tahun.

Sekedar diketahui, kasus tersebut sudah masuk di Polda Metro Jaya pada 16 Juni 2020 lalu dengan nomor LP/3417/VI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tgl 16 Juni 2020. Kini ia melalui tim kuasa hukum dari Sunan Kalijaga berharap pengakuan dari terlapor atas identitas yang tidak sesuai tersebut. (Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.