Strategi SMASALA Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0

Nasional

Siswa-Siswi SMASALA saat mengikuti Lomba Karya Ilmiah Di Kuala Lumpur Malaysia secara Daring

Lamongan,Harnasnews.com – Kepala sekolah mempunyai peran penting dalam menentukan environment akademik lingkungan sekolah. Oleh karena itu Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT. Akan meminta kepala sekolah untuk melakukan dobrakan inovasi.

Terutama dalam menghadapi tantangan teknologi digital. Diantaranya dengan memberikan keterampilan kepada siswa.

Mengingat dari data yang dimiliki Dindik Jatim, sebanyak 67 persen lulusan SMA siswanya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Sedangkan untuk lulusan SMK sebanyak 80 persen tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. “Karena itu kita ingin sekolah memberikan keterampilan lebih agar setelah lulus mereka siap bekerja,”.ujar Wahid.

Sementara itu,Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Lamongan Dr. Sofyan Hadi, M.Pd juga menambahkan bahwa Sekolah agar menyiapkan generasi emas dan berintegritas dengan banyak prestasi masih menjadi incaran dan pertimbangan para orang tua dan calon peserta didik untuk melanjutkan pendidikannya.

Mindset ini tumbuh subur di masyarakat, Sekolah yang bagus adalah sekolah dengan banyak prestasi. Begitu kebanyakan masyarakat menilainya.

Sofyan Hadi menuturkan,agar semua guru di SMA Negeri 1 Lamongan ikut terlibat aktif mendampingi peserta didik dalam mengembangkan potensinya. Momen ini semakin membuka mata bahwa kesempatan akan dibuka selebar-lebarnya kepada siapapun untuk semakin mantap menggeluti bidang yang disukai.

Siswa-Siswi Menunjukkan Karya Ilmiah Secara Daring

Prestasi yang ditoreh SMASALA tahun ini yaitu, yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mencapai 70%, Polri dan TNI 10%, Sekolah kedinasan 8%, dan 12 % akan kita beri keterampilan kewirausahaan karena tidak melanjutkan ke jenjang selanjutnya,Ujar Sofyan.

Sementara itu,untuk menunjang prestasi internasional siswa siswi SMASALA mengikuti lomba karya ilmiah di Kualalumpur Malaysia. Dan di bulan November akan mengikuti lomba di Korea secara daring.

Empat pilar yang menjadi landasan dalam mendidik siswa-siswi.yaitu, latihan berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan berkomunikasi. Menurut dia, ketika siswa memiliki kemampuan ke empatnya maka jalan dalam meraih cita-cita semakin mudah. Ujar Sofyan.

Sofyan juga menyebutkan,bahwa sekolah terus memfasilitasi anak dalam mempersiapkan cita-citanya lebih awal. Selain memberikan materi akademik sesuai dengan kurikulum yang ada. sekolah juga membuka banyak pembinaan dan ekstra untuk menunjang prestasi siswa.

Sehingga siswa bisa mempersiapkan diri sedini mungkin dalam meraih cita-cita dan menata masa depannya. “Kita siapkan kegiatan sesuai kebutuhan siswa. Bukan hanya untuk mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tapi juga persiapan mematangkan keahlian agar mereka siap dengan tantangan kerja,” terangnya.

Sofyan mengungkapkan,bahwa Pendidikan Karakter Spiritual juga sangat penting, yakni pembinaan di bidang keagamaan, salat berjemaah, baca tulis Al-qur’an, mutiara pagi, hafalan Alquran juz 30 QS surat-surat pilihan, khotmil Quran, karakter spiritual, membentuk generasi islami, berakhlakul karimah, berbudi pekerti yang luhur, bertaqwa, cinta Al-qur’an, cinta masjid, jujur, penuh hormat dan taat serta patuh pada orang tua,”.[PUL]

Leave A Reply

Your email address will not be published.