Sebut Presiden Boleh Kampanye dan Memihak, Jokowi Dinilai Tengah Merusak Etika Demokrasi dan Ciderai Martabat Pemilu

Harnasnews
1 Min Read
Presiden Joko Widodo. (Ist)

JAKARTA, Harnasnews – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih, Dimas Bagus Arya, mengecam keras pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut seorang presiden hingga para menteri ‘boleh kampanye, boleh memihak’ selama gelaran Pemilihan Umum (Pemilu).

Pernyataan Jokowi tersebut muncul di tengah sorotan soal netralitas kabinet saat ini serta tudingan pemanfaatan fasilitas negara untuk berkampanye.

“Kami menilai bahwa pernyataan ini akan sangat berbahaya bagi berjalannya praktik demokrasi menjelang hari pencoblosan pada 14 Februari 2024 mendatang. Selain itu, diizinkannya unsur jabatan Presiden dan Menteri untuk melakukan kampanye secara terbuka pun akan menimbulkan conflict of interest dan berimplikasi pada rangkaian praktik kecurangan di lapangan,” ujar Dimas dalam keterangannya kepada Harnasnews, Kamis (25/1/2024).

Koordinator KontraS, ini juga menyatakan, sebagai pelaksana demokrasi, menjadi sangat tidak etis Presiden Jokowi terang-terangan kepada publik menyampaikan bahwa Presiden dan Menteri berhak kampanye serta berpihak.

“Dalam siklus politik elektoral, peran presiden seharusnya dapat memastikan bahwa ketegangan politik dapat diredam dengan menunjukan kenetralan serta memastikan Pemilu dapat berjalan dengan adil dan bermartabat,” tegasnya. (Red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *