KOTA BEKASI, Harnasnews – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menghadiri kegiatan doa bersama untuk para korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Kegiatan ini menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan duka mendalam atas peristiwa tragis yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bekasi menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan, mendapatkan haknya secara layak, termasuk santunan bagi ahli waris dan jaminan perawatan bagi korban luka sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah.
“Sebagai kepala daerah, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan haknya, baik santunan bagi ahli waris maupun penanganan maksimal bagi korban yang sedang dirawat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian dari pemerintah pusat, mulai dari Presiden RI, Menteri Koordinator, hingga Gubernur Jawa Barat yang turut memberikan dukungan dan bantuan bagi para korban sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Dalam upaya mencegah kejadian serupa, Pemerintah Kota Bekasi telah mengambil langkah cepat dengan memperketat penjagaan di sejumlah perlintasan sebidang, khususnya di wilayah Bulak Kapal dan Ampera. Penjagaan dilakukan secara terus-menerus oleh Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
Wali Kota menekankan bahwa sistem pengamanan perlintasan ke depan harus beralih ke sistem elektrikal, mengingat saat ini masih dilakukan secara manual. Ia juga menyoroti pentingnya kompetensi petugas penjaga pintu perlintasan.

