JAKARTA, Harnasnews – Di tengah tuntutan efisiensi fiskal, dan ketergantungan pemerintah daerah pada transfer anggaran pemerintah pusat, Kabupaten Halmahera Utara berhasil membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Terobosan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam pemberdayaan komoditas lokal ini patut dicontoh karena berhasil menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui program hilirisai kelapa. Langkah tersebut dinilai dapat dijadikan role model bagi daerah lain.
Pemkab Halmahera Utara pernah mencatat sejarah yang cukup membangggakan, yakni melepas ekspor perdana produk olahan kelapa. Seperti santan kemasan dan minyak kelapa murni, menembus pasar Tiongkok bernilai miliaran rupiah.
Kebijakan hilirisasi ini mengubah pola lama yang hanya menjual kopra mentah, kini menjadi produk bernilai tambah tinggi yang berdampak langsung pada kenaikan harga beli petani dan peningkatan pendapatan daerah.
Pakar komuniasi politik dan kebijakan publik Dr.Adi Suparto, menilai bahwa inovasi potensi ekonomi merupakan salah satu indikator utama keberhasilan kepala daerah, karena mampu memberdayakan potensi daerah dengan mengolah bahan baku mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
“Kunci keberhasilannya terletak pada konsep hilirisasi dari hulu ke hilir, penguatan rantai pasok, dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar,” ujar Adi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Adi menegaskan keberhasilan ini adalah fakta yang tak bisa disangkal, bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Piet Hein Babua, Pemkab Halmahera Utara berhasil merumuskan kebijakan yang dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas, sekaligus menjawab isu miring dan pandangan negatif bagi lawan politiknya.
Lawan Politik Mulai Menebar Fitnah Negatif
Namun demikian, lanjut Adi, fenomena keberhasilan kepala daerah kerap memicu kecemburuan bagi rivalits politiknya, sehingga muncul penyebaran opini serta fitnah negatif. Hal ini merupakan dinamika klasik dalam pemerintahan daerah.

