Tipu Puluhan Warga Dengan Sembako Murah, Pelaku Raup Miliaran Rupiah

Harnasnews
3 Min Read
Korban penipuan modus sembako murah di kecamatan Rawalumbu saat melapor ke Polres Metro Bekasi Kota

KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Tergiur dengan harga sembako murah, puluhan ibu rumah tangga menjadi korban penipuan tetangganya sendiri. Didampingi kuasa hukum, para korban melapor ke Polres Metro Bekasi Kota pada Kamis (23/07/26).

“Terlapor ini menawarkan sembako berupa minyak goreng merek Sunco, beras, dan gula dengan harga jauh di bawah harga pasaran. Karena harganya lebih murah, sehingga para korban tertarik membeli,” ujar Wesly kepada media, usai dampingi korban.

Lebih lanjut Wesly menjelaskan bahwa, Pada awalnya transaksi berjalan lancar. Setelah empat kali pengiriman barang dilakukan tanpa kendala. Namun, memasuki transaksi kelima, pengiriman mulai tidak lancar. Terlapor beralasan barang belum turun PO dari pabrik atau kendaraan pengangkut rusak. Sampai saat ini barang yang sudah dibayarkan para korban tidak pernah dikirim.

“Saat ini ada tiga orang yang telah membuat laporan di Polres Metro Bekasi, yakni Ibu Retno, Ibu Neneng Rohmania, dan Ibu Sriwati. Mereka melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh NJ,” ungkap dia.

Menurut Wesly, saat ini para pelapor, jumlah korban diduga lebih dari 10 orang. Nilai transaksi diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

“Korban yang telah kami data dan bersedia melapor mengalami kerugian sekitar Rp400 juta. Di luar itu, masih ada korban lain yang sudah kami temui namun belum bersedia membuat laporan dengan total kerugian sekitar Rp1 miliar,” pungkasnya.

Tia (48), salah satu korban menuturkan bahwa dirinya tidak menaruh curiga kepada terduga pelaku karena merupakan tetangga yang tidak jauh dari rumahnya.

“Kalau saya kan menang dari Kaka ipar saya, karena memang sudah kenal dan penduduk asli di pengasinan kalau saya kan pendatang ,ada minyak murah, ada beras murah, jadi ya sudah saya coba posting dan ternyata banyak peminat,” katanya.

Kerena banyak peminat, maka Tia langsung pre-order sembako yang dijual terduga pelaku. Ia mengawali order sejak April 2026 dan tidak lama barang yang dipesan datang. Selama 6 kali PO, semua berjalan lancar tanpa adanya tanda-tanda mencurigakan.

“Nah pas orderan bulan Juni itu yang tidak datang,” katanya.

Awal transaksi per karton isi minyak 6 pcs dengan berat masing-masing 2 liter seharga Rp216 ribu rupiah. Tia sendiri mengalami kerugian dengan total Rp200 juta lebih.

“Harganya beda-beda ya setiap korban, kalau saya order pertama sebanyak 20 karton dan langsung dianter kerumah,” kata dia.

Kembali dia order sebanyak 60 karton dan tidak lama langsung di kirim. Ketika dia kembali memesan sebanyak lebih dari 100 karton itulah mulai terjadi kendala. Terduga pelaku NJ seringkali menghindar dengan berbagai alasan, sampai akhirnya ia bersama korban lain melaporkan kejadian itu ke polisi. (Mam)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *