KOTA BEKASI , Harnasnews.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mendapat sorotan publik terkait dengan penurunan kualitas pelayanan publik pada dua bulan terakhir. Hal ini juga dibenarkan oleh Walikota Bekasi Tri Adhianto, pada Senin (27/07/2026).
Tri mengatakan, dari hasil evaluasi berkala menunjukkan kinerja sejumlah instansi mengalami koreksi yang menuntut pembenahan cepat dari seluruh aparatur.
Ia menegaskan bahwa temuan dari data survei ini harus dijadikan instrumen instrospeksi mendalam bagi jajaran birokrasi.
“Pelayanan yang kita berikan mengalami penurunan berdasarkan hasil survei yang ada. Hal ini tentu menjadi bahan introspeksi bagi kita semua,” ujar Tri Adhianto kepada awak.
Tri menjelaskan, evaluasi kinerja ini dilakukan secara bertahap guna memastikan standar pelayanan masyarakat tetap terjaga. Ia tidak segan untuk memberikan pengingat apabila ditemukan adanya penurunan performa pada unit pelayanan perangkat daerah.
“Apabila mulai terjadi penurunan, tentu saya akan langsung mengingatkan agar segera diperbaiki,” imbuhnya.
Sorotan tajam tersebut juga berkorelasi dengan hasil evaluasi Friday Morning Meeting yang rutin diselenggarakan. Jika pada pekan sebelumnya tidak ditemukan adanya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh nilai di bawah 75, dinamika pekan ini justru menunjukkan kemunduran.
“Minggu lalu sudah tidak ada SKPD yang nilainya di bawah 75. Ternyata pada minggu ini, ada lima SKPD yang nilainya kurang dari 75. Hal tersebut tentu perlu kita evaluasi secara menyeluruh,” tegas Tri.
Sebagai solusi jangka panjang, Wali Kota mendorong terciptanya komunikasi yang lebih aktif dan transparan antara unsur aparatur dengan warga masyarakat. Langkah kolaboratif ini dinilai krusial agar setiap kendala di lapangan dapat segera direspons tanpa menunggu laporan berjenjang yang lambat.(Mam)

