ACEH UTARA, Harnasnews — Sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Aceh Utara memamerkan berbagai produk dan layanan unggulan dalam program “Bela dan Beli Produk BLUD SMK” yang digelar di kawasan Simpang Empat Lampu Merah Kota Lhoksukon, Selasa, (10/08/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut menjadi ajang bagi SMK untuk memperkenalkan potensi unit produksi sekolah kepada masyarakat. Produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari olahan makanan, pupuk kompos, kerajinan, produk tata busana hingga layanan servis kendaraan.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada SMK di Aceh Utara, dengan mendorong sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga mampu menghasilkan produk dan jasa yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Kegiatan “Bela dan Beli Produk BLUD SMK” wilayah tengah Aceh Utara melibatkan empat sekolah, yakni SMK Negeri 1 Cot Girek, SMK Negeri 1 Lhoksukon, SMK Negeri 1 Syamtalira Aron, dan SMK Negeri 1 Tanah Luas.
Masing-masing sekolah membawa produk dan layanan sesuai kompetensi keahlian yang dikembangkan.
SMK Negeri 1 Cot Girek, misalnya, memperkenalkan produk dari kompetensi keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Berbagai produk olahan makanan menjadi salah satu hasil yang diperkenalkan kepada masyarakat.
Selain produk pangan, sekolah tersebut juga menampilkan produk dari bidang peternakan berupa pupuk kompos. Kompetensi grafika turut menghasilkan berbagai produk kerajinan, di antaranya gantungan kunci.
Sementara SMK Negeri 1 Lhoksukon lebih menonjolkan layanan bidang otomotif. Masyarakat diperkenalkan dengan jasa servis kendaraan dan sepeda motor, termasuk layanan servis gratis yang disiapkan selama kegiatan berlangsung.
Adapun SMK Negeri 1 Tanah Luas memperkenalkan layanan dari kompetensi otomotif kendaraan ringan, terutama yang berkaitan dengan perawatan dan servis mobil.
Sedangkan sekolah lainnya turut mempromosikan berbagai kompetensi dan produk melalui media promosi yang disiapkan dalam kegiatan tersebut.
Kepala SMK Negeri 1 Cot Girek, Maimun, S.Ag., M.A. mengatakan program “Bela dan Beli Produk BLUD SMK” menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lebih luas potensi yang dimiliki SMK kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bahwa SMK di Aceh Utara telah memiliki berbagai produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan secara langsung.
“Program hari ini namanya Bela dan Beli Produk BLUD SMK untuk wilayah tengah. Ada empat sekolah,” ujar Maimun.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar memamerkan hasil karya siswa maupun sekolah. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih dekat antara SMK dan masyarakat melalui produk serta layanan yang dihasilkan berdasarkan kompetensi keahlian masing-masing.
“Ini lebih memperkenalkan kepada masyarakat produk SMK, supaya kita semua bela dan beli produk SMK,” katanya.
Maimun menambahkan, kegiatan promosi di kawasan Kota Lhoksukon hanya berlangsung selama satu hari. Namun, pengembangan produk dan layanan BLUD akan terus dilakukan di masing-masing sekolah.
“Kalau kegiatan di sini satu hari. Tetapi di sekolah masing-masing berlanjut, ada sampai Kamis,” jelasnya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat mengetahui keberadaan unit produksi SMK, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan sekolah dapat berkembang dan memiliki pasar yang lebih luas.
“Masyarakat tahu bahwa di SMK itu ada produk seperti di tempat-tempat lain yang bisa dibeli,” ujarnya.
Menurut Maimun, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan BLUD SMK. Masyarakat yang membutuhkan produk maupun jasa tertentu diharapkan dapat datang langsung ke sekolah.
“Harapannya supaya masyarakat pengguna produk bisa langsung datang ke SMK. Dengan demikian, BLUD atau layanan umum daerah di SMK itu bisa berkembang,” pungkasnya.
Kacabdin: BLUD Bukan Sekadar Pengelolaan Keuangan
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., mengatakan penerapan BLUD di SMK tidak semata-mata berkaitan dengan pengelolaan keuangan sekolah.
Menurutnya, BLUD merupakan bagian dari upaya membangun SMK agar mampu mengembangkan potensi sekolah secara produktif sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik.
“SMK memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk dan jasa melalui kompetensi keahlian yang dimiliki masing-masing sekolah,” kata Muhammad Johan.
Ia menilai potensi tersebut perlu dikelola secara profesional agar proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan bengkel praktik, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam menghasilkan produk serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan demikian, siswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenai proses produksi, pelayanan, pemasaran dan pengelolaan unit usaha sekolah.
Muhammad Johan menyebutkan, terdapat 10 SMK di Kabupaten Aceh Utara yang mengikuti program pengembangan BLUD.
Program “Bela dan Beli Produk BLUD SMK” kemudian dilaksanakan dengan menyasar sejumlah wilayah di Aceh Utara agar masyarakat lebih mengenal produk dan jasa yang dikembangkan sekolah.

