BOJONEGORO, harnasnews – Sebanyak 805 Pramuka Penggalang dari 34 pangkalan gugus depan se-Kecamatan Kalitidu memadati Lapangan Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.
Mereka mengikuti Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kwarran Kalitidu 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Agustus 2026.
Jambore menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab sekaligus membangun semangat kebersamaan.
Peserta terdiri dari 414 penggalang putra dan 391 penggalang putri. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengusung tema “Memantapkan Langkah Pramuka Menuju Indonesia Emas 2024” dan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”
Dalam amanat pembukaan, Wakil Bupati Bojonegoro sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, berbagai aktivitas selama jambore merupakan bagian dari pembelajaran kehidupan.
Peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berorganisasi dan bekerja sama, tetapi juga dilatih menghadapi persoalan serta mencari jalan keluar secara mandiri.
“Kalau ingin sukses dan berhasil, kuncinya adalah belajar, ikhtiar, berdoa, serta meminta restu kepada orang tua,” pesan Nurul Azizah kepada para peserta.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak terjebak dalam penggunaan teknologi secara berlebihan.
Telepon seluler dan berbagai perangkat digital, kata dia, seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan positif, termasuk menunjang proses belajar.
Pesan tersebut terasa relevan di tengah kehidupan generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi.
Pramuka diharapkan mampu menjadi ruang untuk menyeimbangkan kemampuan digital dengan kedisiplinan, tanggung jawab dan keterampilan sosial.

