T. M.Isa Aziz Terpilih Aklamasi, Golkar Aceh Utara Targetkan 6 Kursi DPRK dan 2 Kursi DPRA

aji
6 Min Read

ACEH UTARA, Harnasnews — Estafet kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Aceh Utara resmi berganti. Teuku Muhammad Isa Aziz, SE, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Utara periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Mitra Hotel, Meunasah Geumata, Lhoksukon, Sabtu (22/8/2026).

Musda XI tersebut menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Aceh Utara untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi agenda politik mendatang.

Isa Aziz ditetapkan sebagai ketua terpilih setelah dalam tahapan pencalonan tidak ada kader lain yang maju maupun diusulkan sebagai calon ketua. Setelah proses pengusulan dibuka dan tidak muncul kandidat lain, pimpinan sidang tetap menetapkan Isa Aziz sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Utara secara aklamasi.

Suasana persidangan Musda berlangsung dalam nuansa musyawarah. Dukungan para pemilik suara dari unsur Pengurus Kecamatan (PK) menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Isa Aziz memimpin Golkar Aceh Utara untuk lima tahun ke depan.

Sebelum dipercaya menjadi ketua, Isa Aziz menjabat sebagai Ketua Harian DPD Golkar Aceh Utara. Ia juga dikenal sebagai kader yang telah berproses di tubuh Partai Golkar sejak 2016.

Perjalanan politik Isa Aziz dimulai dari organisasi Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di lingkungan DPD Golkar Aceh Utara. Berasal dari Paya Bakong, Aceh Utara, perjalanan sekitar satu dekade sebagai kader muda hingga menduduki posisi Ketua DPD II menjadi bagian dari proses panjang pengabdiannya di partai.

Usai terpilih, Isa Aziz langsung dihadapkan pada tantangan besar untuk meningkatkan kekuatan politik Partai Golkar di Aceh Utara. Di bawah kepemimpinan periode 2026–2031, Golkar Aceh Utara menargetkan sedikitnya enam kursi DPRK Aceh Utara, mempertahankan keterwakilan di DPR RI, serta merebut sedikitnya dua kursi DPR Aceh (DPRA).

Target tersebut tidak hanya akan dikejar melalui kerja politik menjelang pemilu, tetapi diawali dengan pembenahan dan penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan.

Isa Aziz menegaskan, konsolidasi internal menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan target tersebut. Seluruh kader dan pengurus diharapkan dapat bergerak bersama, membangun komunikasi yang lebih kuat serta memperkuat mesin partai hingga ke tingkat akar rumput.

“Target kita tentunya bagaimana Golkar Aceh Utara semakin solid dan kompak. Kita akan melakukan konsolidasi sampai ke tingkat bawah untuk meningkatkan perolehan kursi,” ujar Isa Aziz di sela-sela pelaksanaan Musda XI.

Dalam proses konsolidasi organisasi, DPD Partai Golkar Aceh Utara juga melakukan penataan terhadap kepengurusan di sejumlah kecamatan.
Saat ini terdapat empat kecamatan yang kepengurusannya masih dalam proses penataan ulang. Kondisi tersebut terjadi karena adanya pengurus yang telah purnatugas maupun mengalami perubahan status akibat dinamika internal organisasi.

Sesuai arahan DPD I Partai Golkar Aceh, proses penataan kepengurusan tersebut ditargetkan rampung maksimal dalam waktu satu bulan.
Penataan ini dinilai penting agar seluruh struktur organisasi di 27 kecamatan kembali berjalan optimal dan mampu menjadi mesin politik yang solid dalam menghadapi agenda partai ke depan.

Pelaksanaan Musda XI DPD Golkar Aceh Utara sebelumnya dibuka oleh Ketua DPD Partai Golkar Aceh, HM Salim Fakhri, MM, bersama rombongan.
Sejumlah tokoh dan kader Partai Golkar turut hadir, termasuk anggota DPR RI Dapil II Aceh, Ilham Pangestu, M Natsir alias Memet, serta unsur Fraksi Partai Golkar DPRK Aceh Utara.

Dalam tahapan awal persidangan, pimpinan sidang sementara berasal dari unsur Steering Committee (SC), yakni Daman Hauri, SP, Abuzar, ST, dan Zulkifli, SE. Abuzar kemudian ditunjuk sebagai pimpinan sidang sementara.

Musda selanjutnya menetapkan pimpinan sidang tetap yang terdiri atas Rasyidin Raden dari unsur DPD I Partai Golkar Aceh sebagai pimpinan sidang tetap, Daman Hauri, SIP dari unsur DPD II, Muhammad Furqan, ST dan Bakhtiar dari unsur Pengurus Kecamatan (PK), serta Zulkifli, SE dari unsur organisasi masyarakat (Ormas) Golkar.
Setelah jadwal dan tata tertib Musda dibacakan, tahapan pencalonan Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Utara dibuka.

Namun, tidak terdapat calon lain yang mengajukan diri maupun diusulkan. Nama Teuku Muhammad Isa Aziz, SE menjadi satu-satunya kandidat yang memenuhi tahapan pencalonan sehingga akhirnya ditetapkan secara aklamasi.

Setelah ditetapkan sebagai ketua terpilih, Isa Aziz menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus kecamatan, kader serta pemilik suara yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Menurut Isa, dukungan tersebut bukan sekadar kemenangan dalam forum Musda, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijawab dengan kerja nyata.

Ia berkomitmen membawa Partai Golkar Aceh Utara menjadi organisasi yang semakin solid, kompak dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Kepemimpinan baru ini sekaligus menjadi titik awal bagi Golkar Aceh Utara untuk melakukan pembenahan internal, memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kerja politik hingga ke tingkat akar rumput.

Dengan konsolidasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat, Partai Golkar Aceh Utara optimistis dapat memenuhi target politik periode 2026–2031, yakni meningkatkan perolehan kursi di DPRK, mempertahankan keterwakilan di DPR RI dan merebut sedikitnya dua kursi di DPRA. (Zulmalik)

Share This Article