KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemerintah Kota Bekasi hingga saat ini belum mengeluarkan instruksi Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ). Hal ini disampaikan Walikota Kota Bekasi Tri Adhianto kepada media, pada Senin (7/0926).
“Sampai hari ini kita tidak PJJ. Kan kita tidak tahu erupsinya. Kalau erupsinya memburuk dan hari ini tentu harus ada satu tindakan yang kita lakukan,” ujar Tri Adhianto kepada media.
Namun demikian, Tri telah memerintahkan kepada Dinas Pendidikan untuk mengeluarkan Surat Instruksi. Ketentuan PJJ pada hari ini juga diserahkan kepada organik sekolah dengan melihat situasi kondisi yang ada.
“Jadi silahkan saja nanti sekolah melihat situasi kondisi yang ada. Tapi overall, secara umum, tadi sudah saya cek ke dinas LH, ini masih dalam konteks sebetulnya kondisi yang masih relatif aman untuk kita bisa melakukan aktivitas di luar,” kata Tri.
Sinyal atau alarm kondisi udara di kota Bekasi sepenuhnya diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi. Selain itu, Pemkot telah memerintahkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) beserta penggiat ekoinzim untuk melakukan penyemprotan di wilayah kota Bekasi.
“Yang paling penting adalah dinas lingkungan hidup untuk terus memantau dari waktu ke waktu, sehingga dapat memberikan informasi sejak dini kepada Pemkot Bekasi,” katanya.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga meniadakan apel rutin yang biasanya digelar setiap Senin pagi. Hal ini merupakan salah satu upaya mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Namun demikian, Tri memastikan bahwa Pemkot Bekasi tidak mengambil kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemkot terutama bagi pelayanan.
“Itu salah satunya bagiamana salah satu mengurangi kegiatan di lapangan. Jadi tetap absensi, dengan menggunakan gitri, dengan menggunakan sistem yang ada. Jadi meraka tetap masuk,” pungkasnya. (Mam)

