ACEH UTARA, Harnasnews — Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa meresmikan Rumah Sakit (RS) Diana Medical Center di Gampong Meunasah Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Senin (21/9/2026).
Kehadiran rumah sakit swasta tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus memangkas jarak tempuh masyarakat, khususnya warga di kawasan timur Aceh Utara yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan rumah sakit.
RS Diana Medical Center dilengkapi 111 tempat tidur rawat inap serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi selama 24 jam. Rumah sakit ini juga memiliki sejumlah fasilitas penunjang medis, di antaranya layanan radiologi berupa rontgen dan USG, laboratorium, Intensive Care Unit (ICU) dewasa dan bayi, serta dua ruang operasi.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama dan seluruh jajaran manajemen RS Diana Medical Center yang telah memilih Aceh Utara sebagai lokasi pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
Menurut Ayah Wa, keberadaan rumah sakit baru sangat dibutuhkan mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk Aceh Utara yang cukup besar.
“Coba dibayangkan, dengan 852 desa dan jumlah penduduk hampir 700.000 jiwa, fasilitas kesehatan yang ada masih sangat terbatas,” ujar Ayah Wa.
Ia menyebutkan, selama ini masyarakat di wilayah timur Aceh Utara harus mengakses sejumlah rumah sakit yang lokasinya relatif jauh, seperti RSUD Cut Meutia di Bukit Rata, Lhokseumawe, RS Mukhtar Hasbi, maupun RSUD dr. Zubir Mahmud di Idi, Aceh Timur.
Dengan beroperasinya RS Diana Medical Center di Kecamatan Baktiya, pemerintah daerah berharap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan tersebut dapat ditangani lebih dekat dan cepat.
Ayah Wa juga menyampaikan bahwa RS Diana Medical Center menjadi salah satu rumah sakit swasta yang hadir di Aceh Utara. Sebelumnya, terdapat Rumah Sakit Zahra di Lhoksukon dan Rumah Sakit Prima di Dewantara.
“Keberadaan rumah sakit ini sangat strategis karena berada di kawasan timur Aceh Utara. Tentunya ini dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat,” katanya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan fasilitas kesehatan tersebut agar dapat terus memberikan pelayanan secara optimal. Ia berharap operasional rumah sakit dapat berjalan dengan baik tanpa persoalan yang mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Direktur Pelaksana RS Diana Medical Center, dr. Zulfahmi, mengungkapkan perjalanan pembangunan rumah sakit tersebut tidak terlepas dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi di kawasan tersebut.
Ia mengenang, bangunan rumah sakit tersebut pernah digunakan sebagai tempat beristirahat warga yang terdampak bencana banjir besar. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang hingga akhirnya fasilitas kesehatan itu dapat diresmikan.
“Rumah sakit ini nantinya akan dipimpin oleh Direktur Operasional Dr. Sarkawi, MKM,” ujar dr. Zulfahmi.
Dari sisi pelayanan, RS Diana Medical Center menyiapkan sejumlah dokter spesialis, meliputi spesialis kebidanan dan kandungan, spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, serta spesialis mata.
Meski telah diresmikan, pihak manajemen menyampaikan bahwa rumah sakit masih dalam proses memenuhi sejumlah persyaratan administratif untuk dapat beroperasi secara penuh.
Di antaranya proses akreditasi serta penyelesaian kerja sama resmi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Dengan fasilitas dan layanan yang disiapkan, RS Diana Medical Center diharapkan menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan baru bagi masyarakat Baktiya dan wilayah timur Aceh Utara, sekaligus mengurangi beban jarak dan waktu tempuh warga ketika membutuhkan pelayanan rumah sakit. (Zulmalik)

