Tagihan Hotmix Rp147 Juta Belum Terbayar, Owner PT Aspal Makmur Perkasa Tegal Tagih Itikad Baik Kontraktor

Pusat
3 Min Read
Pecahan rupiah seratus ribuan (Foto: Ist)

TEGAL, Harnasnews – Persoalan pembayaran pembelian material hotmix antara PT Aspal Makmur Perkasa Tegal dan seorang kontraktor inisial ES hingga kini belum menemui titik temu.

Persoalan tersebut mencuat setelah Owner PT Aspal Makmur Perkasa, Muslim Rizal, menyampaikan keluhannya saat ditemui di kediamannya di Kota Tegal, belum lama ini.

Menurut Rizal, transaksi bermula dari pekerjaan infrastruktur di wilayah Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, sekitar tahun 2018/2019. Saat itu, ES yang berdomisili di Slawi, Kabupaten Tegal, disebut mengambil material hotmix dari PT Aspal Makmur Perkasa yang beroperasi di wilayah Prupuk, Kabupaten Tegal.

“Nilai transaksinya sekitar Rp800 juta. Sisa yang belum terbayar sekitar Rp147 juta,” ujar Rizal.

Rizal mengklaim, berdasarkan informasi yang dimilikinya, Eri telah menerima pembayaran atas pekerjaan infrastruktur tersebut dari pemberi kerja. Namun klaim tersebut belum terverifikasi secara independen.

Upaya Penagihan

Rizal mengaku telah melakukan berbagai upaya penagihan secara kekeluargaan dalam beberapa tahun terakhir, baik melalui telepon maupun pesan WhatsApp, namun belum mendapat respons yang diharapkan.

“Saya rasa kita sesama manusia masih ada jalan komunikasi untuk diselesaikan,” kata Rizal.

Ia mengaku pernah dipertemukan dengan kakak kandung ES dan diarahkan untuk bertemu di kawasan Kesambi, Prupuk, namun pertemuan tersebut tidak terlaksana. Rizal juga mengaku pernah mendatangi kediaman istri ES di kawasan belakang Radio Pertiwi, Slawi.

Menurut penuturan Rizal, dalam pertemuan tersebut suasana berlangsung emosional dan pihak keluarga menyampaikan persoalan rumah tangga mereka.

Namun keterangan tersebut merupakan versi Rizal dan belum mendapatkan konfirmasi dari pihak ES maupun keluarganya.

Rizal juga menyinggung keberadaan sebuah mobil Daihatsu Terios yang menurut pengakuannya sempat berada di rumah keluarga ES.

Informasi terkait kepemilikan kendaraan tersebut, kata dia, diperoleh dari sumber yang disebutnya berasal dari jaringan Daihatsu Tegal.

Hingga kini, informasi tersebut belum disertai dokumen kepemilikan yang dapat diverifikasi secara independen.

Harap Penyelesaian Kekeluargaan

Rizal berharap ES dapat membuka kembali komunikasi agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik tanpa memperpanjang konflik.

“Kami ingin diselesaikan secara kekeluargaan, ada itikad baik untuk komunikasi,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya menghubungi ES untuk mendapatkan hak jawab terkait nilai transaksi, sisa pembayaran sebesar Rp147 juta, serta upaya penagihan yang disampaikan oleh pihak PT Aspal Makmur Perkasa.

Redaksi memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada para pihak terkait sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Share This Article