Rumah Terbakar, Dua Penghuni Tewas Terpanggang

slamet
2 Min Read

KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Kebakaran tewaskan dua orang penghuni rumah yang berlokasi di di Jalan Kaliabang Tengah Gang Simbang, RT 02/RW 04, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, pada Rabu (07/10/26) malam.

Korban tewas diketahui bernama M. Sofyan (45), yang merupakan pemilik rumah, serta Srimursidah Handayani (52). Keduanya terjebak di dalam bangunan seluas 150 meter persegi saat kobaran api dengan cepat membesar dan menutup akses jalan keluar.

Tragedi ini bermula dari hal sepele. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran dipicu oleh pembakaran wadah telur berbahan kardus yang biasa digunakan warga sebagai obat nyamuk alternatif.

“Api diduga kuat berasal dari pembakaran wadah telur untuk mengusir nyamuk yang dilakukan oleh salah seorang penghuni berkebutuhan khusus. Nahas, api membesar tak terkendali dan langsung menyambar bagian dalam rumah,” ujar perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Bekasi dalam keterangan resminya.

Melihat kobaran api yang kian mengganas pada pukul 22.12 WIB, warga sekitar sempat berupaya menerobos masuk untuk menyelamatkan penghuni rumah. Namun, besarnya volume api membuat upaya penyelamatan mandiri tersebut gagal dilakukan.

Menerima laporan warga, Dinas Damkar Kota Bekasi langsung menerjunkan kekuatan penuh. Sebanyak 10 unit armada yang terdiri dari unit pompa air berkapasitas 3.000 hingga 5.000 liter dan unit rescue dari berbagai sektor—termasuk Mako Medan Satria, Sektor Bekasi Utara, Selatan, dan Rawalumbu—dikerahkan ke lokasi.

Petugas tiba di lokasi pada pukul 22.23 WIB dan langsung berjibaku memblokir perambatan api di kawasan padat penduduk tersebut. Dibantu oleh aparat gabungan dari Polres Metro Bekasi Kota, Satpol PP, dan Babinsa setempat, api akhirnya berhasil dipadamkan dan melalui proses pendinginan hingga Kamis (8/10/2026) pukul 00.55 WIB dini hari.

Meski tidak ada warga yang harus mengungsi ke tempat lain, amukan si jago merah meluluhlantakkan keseluruhan fisik bangunan.

Pihak berwenang menaksir total kerugian materil dalam musibah ini mencapai Rp500 juta. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran terbuka di dalam ruangan, terlebih tanpa pengawasan ketat.(Mam)

Share This Article