Dengan Panen Telur 19,2 Kg Merupakan Wujud Nyata Dukungan Lapas Pasuruan Pada Ketahanan Pangan

2 Min Read

PASURUAN, Harnasnews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional. Melalui program pembinaan kemandirian peternakan ayam petelur, Lapas Pasuruan berhasil melakukan panen telur ayam dengan total mencapai 19,2 Kilogram.

Panen tersebut merupakan hasil dari pengelolaan peternakan ayam petelur yang dikelola secara mandiri oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di bawah bimbingan Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pasuruan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan, Fahmi Rezatya Suratman menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini tidak lepas dari perawatan intensif yang dilakukan setiap hari oleh petugas dan Warga Binaan yang telah terlatih.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali panen telur sebanyak 19,2 Kg yang kita bagi dalam 2 kloter panen. Ini adalah bukti bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Pasuruan berjalan produktif dan memberikan bekal keterampilan nyata bagi warga binaan,” ujar Kalapas Fahmi.

Fahmi menjelaskan, dengan total populasi saat ini sebanyak 387 ekor ayam petelur, perawatan dilakukan secara rutin dan terukur. Adapun perawatan tersebut meliputi pembersihan kandang setiap hari, kontroling minum dan pakan, pemberian vitamin dan probiotik secara berkala, kontroling suhu kandang agar tetap ideal, serta pengecekan kesehatan secara khusus bagi ayam yang terpantau kurang sehat dan kurang produktif.

Program peternakan ayam petelur ini merupakan salah satu program unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIB Pasuruan. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan internal dan mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan, program ini juga bertujuan memberikan keterampilan berwirausaha bagi WBP sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

“Hasil panen ini selain kita manfaatkan untuk kebutuhan warga binaan, juga menjadi pembelajaran wirausaha. Harapannya setelah bebas nanti, mereka memiliki skill untuk beternak secara mandiri,” tutupnya.

Kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIB Pasuruan akan terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai wujud Lapas yang produktif dan berdaya guna.(Hid)

Share This Article