Polemik MBG Aceh Utara Berlanjut, Kepala SPPG Tolak Wawancara dan Hentikan Rekaman Wartawan

Pusat
5 Min Read

ACEH UTARA, Harnasnews — Polemik distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di TK PAUD Buah Hati, Gampong Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, kembali menjadi perhatian. Setelah paket makanan ditemukan diletakkan langsung di atas tanah halaman sekolah, muncul persoalan baru terkait upaya konfirmasi wartawan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Matang Sijuek Barat, Jannatunnain, S.E., M.S.M.

Dalam pertemuan dengan tim wartawan di sebuah warung kopi di kawasan Cot Girek, Rabu (21/10/2026), Jannatunnain kembali menyatakan tidak bersedia diwawancarai karena menganggap persoalan pemberitaan MBG tersebut telah diselesaikan bersama Danramil Baktiya.
Berdasarkan keterangan tim wartawan, Jannatunnain kemudian mengambil HP milik wartawan, menghentikan rekaman, lalu meletakkan kembali perangkat tersebut di atas meja. Setelah itu, ia meninggalkan lokasi.

“Sudah, enggak usah rekam-rekam. Saya tidak mau diwawancarai karena saya bukan orang ilegal. Kalau masalah MBG yang diberitakan kemarin itu sudah selesai dengan Danramil Baktiya Barat. Kita sudah duduk kemarin,” ujar Jannatunnain, sebagaimana dituturkan tim wartawan yang berada di lokasi.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika wartawan berupaya meminta penjelasan mengenai tindak lanjut persoalan distribusi paket MBG yang sebelumnya mendapat sorotan masyarakat.

Kepala SPPG Sebut Persoalan Sudah Selesai
Sebelumnya, Jannatunnain menyatakan persoalan penempatan paket makanan MBG di halaman TK PAUD Buah Hati telah diselesaikan melalui koordinasi dengan sejumlah unsur terkait.
Ia menyebut Koramil, Polsek, dan Polres Aceh Utara telah mengetahui persoalan tersebut dan menyatakan bahwa penyelesaian sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Namun, ketika kembali dimintai keterangan secara langsung, Jannatunnain menegaskan bahwa persoalan itu telah dibahas bersama Danramil Baktiya. Ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil pembahasan, evaluasi prosedur distribusi, maupun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini disusun, tim wartawan belum memperoleh keterangan terperinci mengenai hasil penyelesaian yang dimaksud.

Suami Mitra MBG Minta Konfirmasi Dialihkan Kepadanya

Persoalan ini juga mendapat tanggapan dari Syukri, suami Liza yang disebut sebagai pihak mitra MBG melalui Yayasan Gizi Utama Nusantara.
Dalam percakapan melalui panggilan suara WhatsApp setelah pemberitaan mengenai paket makanan di atas tanah dipublikasikan oleh sejumlah media lokal, Syukri meminta agar wartawan menghubunginya secara langsung apabila terdapat persoalan atau pemberitaan negatif terkait usaha MBG yang dijalankan pihak keluarganya.

“Kalau ada isu negatif terkait MBG kami, jangan konfirmasi istri saya. Seorang wanita tidak mampu menyampaikan konfirmasi kepada wartawan. Langsung telepon saya saja,” demikian inti pernyataan Syukri sebagaimana disampaikan dalam percakapan tersebut.

Syukri juga meminta agar pemberitaan mengenai persoalan itu ditunda hingga dirinya kembali dari Idi, Kabupaten Aceh Timur, ke Baktiya Barat, Aceh Utara. Ia menyampaikan keinginan untuk membicarakan dan menyelesaikan persoalan tersebut setelah tiba di daerahnya.

Permintaan itu menjadi bagian dari rangkaian komunikasi antara pihak yang terkait dengan pengelolaan MBG dan wartawan yang sedang melakukan konfirmasi. Meski demikian, permintaan untuk menunda pemberitaan tidak dengan sendirinya menggantikan kebutuhan media untuk memverifikasi informasi dan menyampaikan perkembangan yang relevan kepada publik.

Paket MBG Ditemukan di Atas Tanah Halaman Sekolah

Polemik ini bermula dari dokumentasi bertanggal 13 Oktober 2026 sekitar pukul 08.26 WIB yang memperlihatkan sejumlah wadah makanan MBG diletakkan langsung di atas permukaan tanah halaman TK PAUD Buah Hati, Gampong Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat.

Penempatan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kebersihan dan keamanan pangan dalam proses distribusi makanan kepada anak usia dini.
Dalam pelaksanaan program MBG, proses pengantaran dan serah terima makanan perlu memperhatikan kebersihan, keamanan pangan, serta kelayakan tempat penempatan sementara sebelum makanan diterima dan dibagikan kepada peserta didik.

Karena itu, penjelasan dari pengelola SPPG, mitra pelaksana, dan pihak sekolah diperlukan untuk memastikan prosedur yang diterapkan dalam kejadian tersebut serta mengetahui apakah evaluasi telah dilakukan.

Hak Jawab dan Klarifikasi Tetap Dibuka

Media telah berupaya meminta keterangan kepada Kepala SPPG Matang Sijuek Barat dan pihak mitra untuk memperoleh penjelasan mengenai kejadian tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan substantif yang menjawab seluruh pertanyaan terkait prosedur distribusi, hasil evaluasi, dan langkah perbaikan.

Redaksi tetap membuka ruang bagi Jannatunnain selaku Kepala SPPG Matang Sijuek Barat, Liza dan Syukri selaku pihak yang dikaitkan dengan mitra pelaksana, pihak sekolah, serta instansi terkait untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab.

Pemberitaan ini diharapkan mendorong evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Aceh Utara agar distribusi makanan kepada peserta didik berlangsung secara higienis, aman, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. (Zulmalik/ tim )

Share This Article