Asosiasi Sebut Belum Ada Alasan Untuk Impor Beras

Harnasnews
2 Min Read
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (tengah) menyaksikan petugas Bulog mengambil sampel beras saat melakukan sidak bahan pangan pokok di gudang penyimpanan Bulog Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/12/2019). Dalam sidak yang dilakukan pemerintah daerah bersama Kemendag itu ditemukan beras impor medium bau apek, yang selanjutnya akan diuji laboratorium untuk memastikan masih layak dikonsumsi atau tidak. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/ama.

Dalam kesempatan terpisah, anggota Komisi IV DPR Firman Subagyo sudah meminta kepada Bulog untuk terbuka terkait dengan cadangan beras nasional sebagai bentuk transparasi agar tidak ada kebijakan impor.

“Impor itu dilakukan ketika cadangan tidak mencukupi, kemudian juga tidak dilakukan pada posisi sedang panen raya. Itu yang menjadi pedoman dalam undang-undang,” katanya, dilansir dari antara.

Ia justru menilai rencana impor terjadi karena tidak ada koordinasi yang baik di tingkat pemangku kepentingan, apalagi kebijakan itu berpotensi memberikan celah kepada importir untuk main mata.

Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menambahkan rencana impor beras satu juta ton untuk cadangan mengindikasikan pemerintah tidak percaya diri dengan pasokan dalam negeri.

Menurut Uchok, seharusnya ada pemberdayaan untuk menyerap beras petani oleh Bulog mengingat jumlah produksi pada 2020 meningkat dan sebentar lagi mulai memasuki masa panen.(qq)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *