Beginilah Cara Pemerintah Menekan Harga Telur dan Daging

Harnasnews
2 Min Read
Telur Ayam (Foto: Istimewa)

Adapun upaya yang telah dilakukannya, kata Fini, pihak  Kementerian Pertanian melakukan koordinasi dengan kementerian terkait. Selanjutnya melakukan pemantauan ke lapangan untuk mengidentifikasi masalah, hal itu dilakukan guna menjaga HPP pada dua komuditas tersebut.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Ir. Kudhori mengatakan kenaikan harga daging dan telur ayam penyunbang inflasi 50% pada bulan Juli 2018, meski hal itu tidak berdampak signifikan.

Menurutnya, ada 2 akar persoalan di industri perunggasan.  Pertama ketergantungan impor GGPS, GPS, dan PS maupun pakan. Seperti bungkil jagung  dan kedelai. Dan yang kedua struktur industri perunggasan tidak berimbang.

Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah agar membenahi data. Dimana oversupply daging ayam 2016-2017 terjadi akibat impor berlebihan untuk  GGPS/GPS sementara, pada 2013-2014 Impor dikarenakan  adanya overestimasi perhitungan permintaan. “Selain itu, harus memastikan ketersediaan jagung, baik dari produksi domestik maupun impor,” ujarnya. (Red)

 

 

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *