ACEH UTARA, Harnasnews — Bendahara Panitia Milad Samudera Pasai, Aceh Utara ke-800, Tgk. Muslim, memberikan klarifikasi terkait sumber dan status dana untuk membiayai rangkaian kegiatan peringatan acara Milad 800 tahun Samudera Pasai.
Klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi bersama sejumlah wartawan dan perwakilan media, di Aula Gedung Kesbangpol. Tgk. Muslim hadir didampingi Misbahul Munir serta sejumlah panitia lainnya.
Tgk. Muslim menjelaskan, kegiatan Milad Samudera Pasai ke-800 sebelumnya memang direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara. Namun, rencana tersebut akhirnya tidak direalisasikan karena persoalan regulasi dan dasar hukum penganggaran.
Sebagai gantinya, pembiayaan kegiatan dilakukan melalui swadaya masyarakat, dukungan perusahaan, pihak swasta, tokoh masyarakat, partai politik serta kontribusi pribadi sejumlah pihak.
Terkait isu adanya penggunaan dana APBK melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tgk. Muslim menegaskan bahwa sumbangan dari sejumlah pejabat maupun aparatur pemerintah merupakan kontribusi pribadi dan bukan berasal dari anggaran dinas atau APBK.
“Yang dilakukan adalah partisipasi, baik tenaga maupun materi. Secara materi mereka menyumbang secara personal,” jelas Tgk. Muslim.
Untuk seluruh rangkaian kegiatan, kebutuhan dana diperkirakan mencapai Rp2,1 miliar. Namun, hingga pertemuan dengan media berlangsung, dana yang berhasil dihimpun hingga saat ini, 9, September, 2026, baru sekitar 30 persen dari total kebutuhan.
Dengan kondisi tersebut, panitia masih membutuhkan dukungan dari perusahaan daerah, perusahaan swasta, tokoh masyarakat dan pihak lain yang sebelumnya telah menyatakan komitmen membantu pelaksanaan Milad Samudera Pasai ke-800.
Tgk. Muslim juga menjelaskan bahwa setiap proposal kegiatan tidak otomatis mendapatkan dana sesuai nominal yang diajukan. Tim verifikasi panitia akan menilai kebutuhan kegiatan dan melakukan pengecekan di lapangan sebelum menentukan besaran dana yang disalurkan.
Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan agar penggunaan dana sesuai kebutuhan riil serta mencegah pemborosan.
Pertemuan dengan media tersebut bukan konferensi pers resmi antara pemerintah dan panitia, melainkan forum silaturahmi sekaligus penyampaian informasi mengenai persiapan, sumber dan status pendanaan Milad Samudera Pasai ke-800.
Panitia berharap dukungan berbagai pihak terus bertambah sehingga seluruh rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 di Aceh Utara dapat terlaksana sesuai rencana. (Zulmalik)

