Nuansa alam pegunungan dan latar sejarah Gunung Lawu menjadi bagian dari perjalanan PJI Bojonegoro dalam memperkuat komunikasi internal.
Sementara itu, Wakil Ketua PJI Bojonegoro, Bambang Setyawan, turut menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan rapat di Gunung Lawu.
“Rapat di Gunung Lawu memberikan suasana yang berbeda dan lebih tenang. Kami bisa berdiskusi dengan lebih terbuka, sekaligus menyatukan kembali visi dan langkah organisasi ke depan,” ujar Bambang Setyawan.
Di sisi lain, Penasehat PJI Bojonegoro, Sutrisno atau yang akrab disapa Mbah Alex, juga memberikan pandangan mengenai kegiatan tersebut.
“Gunung Lawu mengajarkan kita tentang ketenangan, keteguhan dan kebersamaan. Nilai-nilai itu penting untuk menjadi landasan PJI Bojonegoro dalam menjalankan tugas serta menjaga marwah organisasi,” kata Sutrisno.
Rapat PJI Bojonegoro di Gunung Lawu pun menjadi momentum yang tidak hanya membahas agenda organisasi.
Kegiatan tersebut membawa pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Dengan mengambil tempat yang sarat sejarah dan filosofi, PJI Bojonegoro berharap kebersamaan antar anggota semakin kuat dan organisasi dapat terus berkembang menghadapi berbagai tantangan ke depan. (sh)

