ACEH UTARA, Harnasnews — Peringatan Milad ke-800 Aceh Utara tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan warisan budaya lokal.
Salah satunya terlihat dalam kegiatan pameran produk lokal di Kecamatan Tanah Pasir. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menampilkan beragam hasil kerajinan yang selama ini diproduksi secara turun-temurun.
Pameran tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi para perajin.
Berbagai produk tradisional ditampilkan, mulai dari parang, pisau, cangkul, gerabah, capah hingga aneka kerajinan berbahan tanah liat.
Keberadaan produk-produk tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Tanah Pasir masih mempertahankan keterampilan tradisional di tengah perkembangan produk modern yang semakin mendominasi pasar.
Warisan Pande Besi Tanah Pasir
Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah tradisi pande besi. Kerajinan pembuatan alat-alat berbahan besi seperti parang, pisau dan peralatan pertanian telah dikenal masyarakat setempat secara turun-temurun.
Cerita yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa Tanah Pasir pada masa lalu memiliki keterkaitan dengan aktivitas pembuatan berbagai senjata tradisional yang dipesan untuk kepentingan tertentu oleh tokoh-tokoh pada zamannya.
Tradisi tersebut kemudian melahirkan sebutan “pande”, yang merujuk kepada masyarakat yang memiliki keahlian dalam menempa dan membentuk besi menjadi berbagai peralatan.
Meski zaman terus berubah, keterampilan tersebut masih dipertahankan oleh sebagian perajin hingga saat ini.

