Darurat Narkoba Kembali Menggema: Serentak, Bersama, Tidak akan Berhenti

Pusat
5 Min Read
Ilustrasi (Ist)

Oleh: Dr, Adi Suparto – Analis Kebijakan Publik

Beberapa tahun lalu, seruan “Darurat Narkoba” menggema di seluruh penjuru negeri. Namun seiring berjalannya waktu, semangat itu perlahan meredup, seolah masalahnya pun ikut usai. Padahal, jaringnya belum putus, benihnya masih bersembunyi di gang-gang sempit, di kampung-kampung yang terabaikan, di tempat-tempat yang kita kira sudah aman.

Kini, seruan itu kembali membahana; bukan sekadar seruan, melainkan gerakan nyata yang berjalan serentak di seluruh Indonesia.

Gerakan Nyata yang Sudah Berjalan 

Pada Jumat, 9 Oktober 2026, arahan Kapolri diwujudkan dalam tindakan: penggerebekan sarang narkoba dilakukan serentak di berbagai wilayah. Bukan Polri sendirian, kekuatan gabungan bergerak bersama:

  • Polri: Bareskrim, Polda, Polres, Polsek di seluruh Indonesia
  • TNI: mendukung pengamanan dan ketertiban operasi
  • BNN: berkoordinasi dalam penanganan jaringan dan rehabilitasi
  • Satpol PP: mendukung pendekatan di tingkat masyarakat

Di Jakarta saja, di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, sekitar 700 personel gabungan dikerahkan. Hasilnya: 24 orang diamankan, barang bukti ditemukan di lapak, rumah kontrakan, kos-kosan, hingga kendaraan. Di saat yang sama, langkah serupa berjalan di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa Timur, membuktikan bahwa ini bukan sekadar aksi simbolis di ibu kota.

“Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak. Arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas, kami maknai dan kami tidak akan tidur. Masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba.”
Brigjen Kristian Siagian, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri

Dukungan dan Pengharapan dari Berbagai Pihak 

Share This Article