Dr. Bukhari Dukung Sayuti Achmad Maju Ketua PWI Aceh 2026–2031, Soroti Profesionalisme Pers

Pusat
3 Min Read

ACEH, Harnasnews — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lhokseumawe, Sayuti Achmad, mendapat dukungan dari advokat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Qadhi Malikul Adil, Dr. Bukhari, M.H.CM, untuk maju sebagai calon Ketua PWI Aceh periode 2026–2031. Dukungan tersebut didasarkan pada pengalaman Sayuti di dunia jurnalistik serta rekam jejaknya memimpin organisasi wartawan di tingkat kabupaten dan kota.

Dr. Bukhari menilai pengalaman Sayuti Achmad dalam memimpin PWI Aceh Utara dan PWI Kota Lhokseumawe menjadi salah satu aspek yang patut dipertimbangkan dalam kontestasi kepemimpinan organisasi profesi wartawan di Aceh.

“Saya menilai Sayuti Achmad layak memimpin PWI Aceh periode 2026–2031. Ia memiliki pengalaman jurnalistik dan organisasi yang menjadi bekal penting untuk membangun PWI yang profesional, solid, dan berintegritas,” ujar Bukhari.

Menurutnya, kepemimpinan PWI Aceh ke depan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam menjaga kemerdekaan pers, meningkatkan kompetensi wartawan, serta mempertahankan integritas profesi di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi.

Ia menegaskan, organisasi profesi wartawan tidak cukup hanya berfokus pada administrasi dan konsolidasi internal. PWI juga perlu memperkuat kapasitas anggotanya agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“PWI harus menjadi rumah bersama bagi wartawan. Organisasi ini perlu hadir untuk memperkuat profesionalisme, memperjuangkan kemerdekaan pers, serta mendorong perlindungan terhadap insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik,” katanya.

Bukhari juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang mampu membangun komunikasi dengan anggota dan merangkul berbagai elemen pers di Aceh. Menurutnya, pengalaman memimpin organisasi di tingkat daerah dapat menjadi modal dalam memperkuat koordinasi dan solidaritas antarwartawan.

Ia berharap pemilihan Ketua PWI Aceh periode 2026–2031 berlangsung secara demokratis, terbuka, dan bermartabat. Setiap kandidat, menurutnya, perlu diberikan ruang untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja yang konkret bagi kemajuan organisasi dan peningkatan kualitas wartawan.

“Pers yang kuat lahir dari wartawan yang profesional dan organisasi yang solid. Karena itu, proses pemilihan harus mengedepankan gagasan, kapasitas, dan komitmen untuk memajukan jurnalistik di Aceh,” tutup Dr. Bukhari.

Pencalonan Sayuti Achmad menjadi bagian dari dinamika pemilihan kepemimpinan PWI Aceh untuk periode 2026–2031. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan menjadi ruang bagi pertukaran gagasan mengenai penguatan organisasi, peningkatan kompetensi wartawan, dan penjagaan independensi pers di Aceh. (Zulmalik)

Share This Article