KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Lowongan kerja palsu di Bekasi Timur dikabarkan kembali beroperasi. Hal ini dikuatkan dengan video yang beredar, staff Disnaker kota Bekasi bersama dengan PT. Satya Wira perkasa yang sebelumnya bernama PT. ACB, di ruko perkantoran The East 81, Jl. Cut Mutia Blok A2 No 15, Bekasi Timur kota Bekasi.
Dalam video tersebut, pihak PT Satya Wira perkasa yang juga merupakan terlapor dalam kasus penipuan modus lowongan kerja mengucapkan terimakasih kepada Disnaker yang telah mendukung kembali dibukanya penerima calon tenaga kerja.
Hal ini mendapat kecaman dari DPC GMNI kota Bekasi, Nicolas Tamba selaku ketua cabang mengatakan bahwa dari kejadian ini kami menduga ada keberpihakan pemerintah untuk melindungi praktik-praktik seperti ini.
“Sebelumnya kami sudah melakukan laporan secara resmi ke Disnaker kota Bekasi, bahkan sudah melakukan sidang ke bersama ke PT tersebut. Hingga membuka laporan kepolisian ke polres metro Bekasi kota,” ujar Nicolas kepada media, Selasa (20/10/26).
Nicolas kembali menambahkan, Komunikasi juga selalu intens kepada pihak Disnaker kota Bekasi, namun jawaban dari Disnaker selalu menunggu hasil keputusan Disnaker provinsi Jawa barat.
Namun hari ini di tanggal 20 Oktober 2026, ketika Disnaker kota Bekasi bersama Disnaker Jawa barat akhirnya mendatangi kantor PT tersebut.
“Kami sangat kecewa melihat faktanya, mereka bukannya terlihat seperti sedang melakukan penindakan terhadap dugaan pelanggaran hukum. Tetapi malah terlihat seperti sedang melakukan reuni, pejabat macam apa seperti itu?,” Ucap Nicolas
Ia merasa miris apa yang telah dialami korban yang sedang ia dampingi, sampai hari ini uangnya belum dikembalikan senilai Rp 2.500.000. Bahkan mungkin banyak korban lainnya dalam permasalahan ini. Kemudian ia juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam melakukan pelayanan masyarakat, sungguh sangat berbanding terbalik.
Ia juga menyindir Dedy Mulyadi Gubernur Jawa Barat yang dinilai keras pada setiap kontennya, terutama kepada nasib para pekerja, namun, ia menilai cenderung ingin menunjukkan dirinya sebagai sosok yang idealis Dimata masyarakat, padahal tujuannya hanya pencitraan semata guna menaikkan elektabilitas pribadinya.
Sedangkan realitas yang terjadi diluar kamera, roda pemerintahan dibawah kepemimpinan Dedy Mulyadi hanya omong kosong belaka atau (AAS ) Asal Akang Senang.
“Padahal Undang-Undang ketenagakerjaan yang baru disahkan memiliki spirit yang sangat menjamin hak tenaga kerja, peserta magang, maupun para pencari kerja. Loh ini di Jawa Barat para pencari kerjanya saja tidak diperjuangkan,” Tutup nico. (Red)

