KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Lalulintas di samping stasiun Bekasi kerap mengalami kepadatan. Selain menimbulkan kesemrawutan, hal ini juga membahayakan pengemudi lain yang tersendat di perlintasan kereta yang memiliki 4 jalur.
Pemandangan ini terjadi setiap hari terutama pada pagi dan sore hari. Baik di depan Stasiun yaitu Jalan Ir Juanda maupun samping arah jalan Perjuangan kemacetan kerap dikeluhkan warga.
Salah satu penyebabnya adalah Angkitan Kota (Angkot) yang sering berhenti menunggu penumpang atau ngetem di badan jalan tam peduli lalulintas macet.
Walaupun di lokasi tersebut telah dipasang rambu larangan parkir atau berhenti, hal ini tidak dipedulikan para angkot.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya pengawasan dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi. Akibatnya, para sopir angkot bebas “ngetem” tanpa ada tindakan tegas, bahkan Polisi Lalulintas yang berada di lokasi pun seakan tak kuasa dengan para angkot ini.
Helvansyah Sitompul, warga yang rutin melintas di jalur tersebut, mengaku terganggu dengan perilaku sopir angkot yang tidak disiplin, Rabu 12 Agustus 2026.
“Perlu diketahui, tugas pemerintah adalah mengusahakan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di manapun mereka ditugaskan,” tegasnya.
Helvansyah menilai, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dishub perlu membentuk satuan tugas khusus untuk menangani angkot. Dengan demikian, sopir yang melanggar aturan dapat segera ditindak.
“Saya meyakini banyak masyarakat yang berpendapat sama, tetapi mungkin mereka sudah terlalu lelah untuk menyampaikan karena merasa tidak didengar,” ujarnya.
Selain angkot, banyak pula pengemudi Ojek Online yang juga mangkal di badan jalan serta perilaku masyarakat yang enggan mengikuti aturan, padahal ojol telah disediakan Selter untuk menunggu penumpang.(Mam)

