Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Pengamat Usul Figur Kuda Hitam Redam Konflik Ade Puspitasari vs Ranny Fahd Arafiq

Pusat
3 Min Read
Ilustrasi (Foto: Ist)

Etos Indonesia Institute menilai, keduanya memiliki sandera politik akibat kasus korupsi yang menjerat keluarganya.

“Baik Ade maupun Ranny merupakan figur yang memiliki sandera politik akibat kasus korupsi yang menjerat keluarganya. Ade merupakan putri dari Rahmat Effendi yang merupakan terpidana korupsi dalam kasus suap, sementara Ranny merupakan istri dari Fahd Arafiq, yang sudah tiga kali jadi tersangka korupsi,” ungkap Iskandar.

Ia menegaskan, jika salah satu dari kedua figur tersebut terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, dipastikan akan menjadi gorengan isu politik bagi rivalitasnya.

“Ke depan, jika salah satunya terpilih dipastikan jadi gorengan isu politik bagi rivalitasnya. Ini tidak sehat untuk partai,” katanya.

Oleh karena itu, Iskandar menekankan netralitas pemimpin baru sangat krusial agar energi partai tidak habis untuk konflik internal, sehingga persiapan menghadapi agenda pemilihan umum tetap berjalan optimal.

“Netralitas pemimpin baru sangat krusial. Figur kuda hitam yang netral bisa menjadi solusi agar Golkar Kota Bekasi tetap solid dan fokus menatap Pemilu, bukan sibuk dengan konflik internal,” tutup Iskandar. (Mam)

Share This Article