Agus menambahkan, perilaku hidup bersih dan sehat di dalam keluarga memiliki peran penting dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di tanah air.
“Dapat dikatakan tanggung jawab keluarga dalam mencegah stunting itu sangat krusial, misalkan dengan memberi asupan bergizi pada ibu hamil dan anak-anak, serta memastikan tidak ada anggota keluarga yang merokok terutama jika ada ibu hamil atau anak-anak,” katanya, dikabarkan dari antara.
Sementara itu, Agus mengatakan bahwa edukasi yang optimal terkait upaya pencegahan stunting akan berperan strategis dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting.
“Edukasi mengenai upaya mencegah stunting harus terus menggema ke seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan prevalensi kekerdilan atau stunting harus turun sebesar tiga persen per tahun hingga menjadi 14 persen pada 2024.
Muhadjir menjelaskan bahwa berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) Tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita.(q)

