Fahmi menambahkan, proses penanganan dilakukan dengan menguras dan mengangkut limbah menggunakan truk penyedot tinja untuk kemudian dibawa ke lokasi pengolahan yang sesuai. Perbaikan pada instalasi septic tank juga telah diselesaikan sebagai upaya memastikan permasalahan tidak berlanjut.
“Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Karena itu, ke depan kami akan terus keep in touch dan berkoordinasi dengan DLH Kota Pasuruan, termasuk dalam melakukan pemantauan dan langkah pencegahan terhadap instalasi yang ada di Lapas Pasuruan,” tegasnya.
Lapas Pasuruan berkomitmen menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pemeliharaan sarana dan prasarana, khususnya instalasi pengelolaan limbah. Sinergi dengan DLH Kota Pasuruan akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memastikan operasional lapas berjalan dengan memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.(Hid/Hum)

