PASURUAN,Harnasnews – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan bergerak cepat menangani permasalahan kebocoran pada instalasi septic tank yang terjadi di area belakang lapas. Setelah menerima informasi dari rekan media terkait kondisi tersebut pada sore hari, jajaran Lapas Pasuruan langsung melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan dengan berkoordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan serta mendatangkan armada penyedot tinja untuk mengatasi limbah yang keluar dari instalasi septic tank pada keesokan paginya.
Permasalahan pada instalasi septic tank tersebut diketahui terjadi pada sore hari sebelumnya. Setelah memperoleh informasi mengenai kondisi di lapangan, Lapas Pasuruan segera melakukan langkah penanganan dan berkoordinasi dengan DLHKP untuk memperoleh arahan teknis, Lapas Pasuruan juga mengerahkan truk sedot tinja untuk menguras dan mengangkut limbah dari lokasi guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan, Fahmi Rezatya Suratman, mengatakan bahwa pihaknya menyadari adanya permasalahan tersebut dan langsung mengambil tindakan setelah mendapatkan informasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rekan media yang telah memberikan perhatian dan informasi terkait kondisi di sekitar lapas.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas adanya permasalahan pada instalasi septic tank ini. Begitu mendapatkan informasi, kami langsung melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan. Kami juga berkoordinasi dengan DLHKP Kota Pasuruan untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai arahan teknis dan ketentuan lingkungan yang berlaku,” ujar Fahmi.
Fahmi menambahkan, proses penanganan dilakukan dengan menguras dan mengangkut limbah menggunakan truk penyedot tinja untuk kemudian dibawa ke lokasi pengolahan yang sesuai. Perbaikan pada instalasi septic tank juga telah diselesaikan sebagai upaya memastikan permasalahan tidak berlanjut.
“Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Karena itu, ke depan kami akan terus keep in touch dan berkoordinasi dengan DLH Kota Pasuruan, termasuk dalam melakukan pemantauan dan langkah pencegahan terhadap instalasi yang ada di Lapas Pasuruan,” tegasnya.
Lapas Pasuruan berkomitmen menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pemeliharaan sarana dan prasarana, khususnya instalasi pengelolaan limbah. Sinergi dengan DLH Kota Pasuruan akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memastikan operasional lapas berjalan dengan memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.(Hid/Hum)

