KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Lowongan kerja palsu meresahkan warga kota Bekasi terutama bagi para pencari kerja. Bagaimana tidak, belum kerja, mereka harus kehilangan uang.
Belum lama ini, beberapa korban mengalami hal tidak menyenangkan ketika hendak melamar kerja di wilayah Bekasi Timur. Mereka harus menyetor sejumlah uang walaupun pekerjaan yang dijanjikan tidak jelas.
Setelah viral, lokasinya kini berpindah ke Graha Hera, Kalimalang, Bekasi Barat bernama PT Satya Wira Perkasa. Hal ini terlihat dalam komentar pada postingan di media sosial Info Bekasi.
“Ruko hera depan gundar Bekasi juga ada, berkedok PT logistik,” celetuk salah satu akun yang berkomentar.
Diduga kuat, di lokasi tersebut merupakan salah satu tempat yang miliki oleh satu orang yang berlokasi di ruko di Bekasi Timur.
Diduga kuat mereka juga dibekingi oknum Disnaker maupun APH, sehingga leluasa menjalankan aksinya.
Ketua DPC GMNI Kota Bekasi, Nicolas, menyayangkan, hingga hari ini tidak ada penindakan ataupun pencegahan yang dilakukan oleh Disnaker kota Bekasi terhadap terduga pelaku penipuan kerja tersebut.
Pasca sidak dilakukan, Nicolas mengaku selalu berkoordinasi dengan pihak Disnaker terkait tindaklanjut dari Disnaker dalam menyikapi hal ini.
“Namun Disnaker hanya menjawab sedang berkoordinasi dengan Pemprov Jawa barat karena kami tidak bisa melakukan penindakan,” katanya, Senin (19/10/26)
Ia mengaku kecewa dengan Disnaker Kota Bekasi , karena ia menilai jawaban mereka terlalu normatif dan cenderung administratif, sedangkan hak korban belum dikembalikan.
Padahal, kata dia, banyak informasi-informasi dari masyarakat yang masuk kepadanya bahwa tempat tersebut memang sudah familiar melakukan aktivitas penipuan seperti itu.
Artinya korban bisa jadi bukan hanya satu, dan hari ini kalau hal ini dibiarkan terus tempat itu beroperasi, tidak ada tindakan tegas bahkan Disnaker kota Bekasi dan tidak berani melakukan release hasil sidak yang sudah dilakukan.
“Sama saja Disnaker membiarkan korban terus bertambah, tutup Nico kepada awak media,” pungkasnya.
Sekedar informasi, para calon pekerja harus menelan pil pahit. Bagaimana tidak, niat hati ini mencari pekerjaan dan menghasilkan uang, justru harus mengeluarkan uang untuk pekerjaan yang belum pasti.
Kejadian ini berulang, sehingga menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat, terlebih warganet yang kecewa tidak adanya tindakan tegas aparat. (Red)

