Milad Samudera Pasai ke-800 Jadi Momentum UMKM Meurah Mulia Tembus Pasar Sejumlah Daerah

aji
6 Min Read

ACEH UTARA, Harnasnews — Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 dan Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ke-800 tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah kejayaan kerajaan Islam Samudera Pasai, tetapi juga membuka ruang promosi bagi produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat.

Camat Meurah Mulia, Abd. Rahman, S.Sos., mengapresiasi pelaksanaan rangkaian kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada 7–13 September 2026 tersebut.

Menurutnya, kegiatan yang menggabungkan sejarah, adat, budaya dan ekonomi masyarakat itu menjadi kesempatan penting bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

“Kami dari Kecamatan Meurah Mulia sangat menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Harlah Aceh Utara ke-800. Di sini kita bisa mengenang sejarah Aceh Utara dan Samudera Pasai yang begitu terkenal pada masanya hingga Asia Tenggara,” ujar Abd. Rahman. Pada Selasa, (9/9/2026), sore).

Dalam rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800, Kecamatan Meurah Mulia turut ambil bagian dengan menghadirkan stan yang menampilkan sejumlah produk unggulan masyarakat.
Salah satu produk yang menarik perhatian adalah sandal jepit produksi industri rumahan Gampong Pri Ketapang.

Produk yang awalnya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, termasuk digunakan dan dipasarkan untuk kebutuhan sejumlah masjid, kini mulai berkembang dan memiliki pasar di luar Kecamatan Meurah Mulia.
Menurut Abd. Rahman, pemasaran sandal produksi masyarakat tersebut telah menjangkau sejumlah wilayah, seperti Lhokseumawe, Aceh Timur dan Bireuen.

“Pasarnya sudah sampai Lhokseumawe, Aceh Timur dan Bireuen. Ini melalui penyalur kecil-kecilan, tetapi sudah banyak yang terjual,” katanya.

Selain sandal, stan Kecamatan Meurah Mulia juga memamerkan berbagai produk makanan olahan masyarakat, seperti kerupuk dan aneka kue siap saji.

Keberadaan produk-produk tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi masyarakat di tingkat gampong masih cukup besar untuk dikembangkan menjadi usaha yang mampu menjangkau pasar antardaerah.

Meski memiliki potensi besar, perkembangan UMKM masyarakat Meurah Mulia tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satunya dampak banjir yang sempat melanda wilayah tersebut.
Abd. Rahman mengatakan, kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memproduksi berbagai produk UMKM untuk dipamerkan dalam kegiatan Milad Samudera Pasai ke-800.

“Kemarin usaha masyarakat juga terkena banjir sehingga saat pameran ini kami kekurangan produk. Sekarang masyarakat di Meurah Mulia sudah mulai kembali ke sawah, sehingga tidak sempat membuat produk seperti biasanya,” ujarnya.

Setelah kondisi mulai membaik, masyarakat kini kembali menjalankan aktivitas pertanian. Kondisi itu membuat sebagian pelaku usaha belum dapat memproduksi barang dalam jumlah maksimal karena harus membagi waktu antara mengembangkan usaha dan menggarap sawah.

Namun, menurut Abd. Rahman, produk sandal dari Gampong Pri Ketapang yang telah menembus pasar sejumlah daerah menjadi bukti bahwa UMKM desa memiliki peluang besar untuk berkembang apabila mendapat dukungan yang tepat.

Legalitas dan Sertifikasi Halal Jadi Tantangan
Selain persoalan produksi dan pemasaran, legalitas produk juga menjadi perhatian dalam pengembangan UMKM di Kecamatan Meurah Mulia.

Abd. Rahman menyebut sebagian produk masyarakat telah memiliki perizinan. Namun, masih ada sejumlah produk yang proses legalitasnya belum rampung.

Salah satu yang dinilai penting adalah sertifikasi halal, khususnya bagi produk makanan dan minuman. Sertifikasi tersebut dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membantu pelaku UMKM memperluas pasar.
“Sebagian sudah ada, sebagian masih dalam pengurusan. Mudah-mudahan pemerintah cepat memberikan label halal kepada home industry masyarakat,” katanya.

Ia berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi berlanjut dalam bentuk pembinaan produksi, pengurusan legalitas, sertifikasi halal, pengemasan, pemasaran hingga promosi produk.

Abd. Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau Ayah Wa, atas terselenggaranya rangkaian peringatan 800 tahun Aceh Utara dan Samudera Pasai.

Ia berharap momentum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap masyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang mengangkat sejarah Samudera Pasai sekaligus menampilkan seni, budaya dan produk UMKM tersebut sebelumnya pernah direncanakan. Namun, pada pemerintahan saat ini rangkaian kegiatan tersebut akhirnya dapat diwujudkan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ayah Wa. Semoga program Aceh Utara Bangkit betul-betul membuat Aceh Utara bangkit dari segala aspek,” ungkapnya.

Camat Meurah Mulia berharap pameran UMKM, seni dan kebudayaan tidak hanya digelar dalam momentum Milad Samudera Pasai ke-800.
Menurutnya, kegiatan semacam itu perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar pelaku UMKM memiliki ruang promosi sekaligus kesempatan bertemu dengan calon konsumen dan jaringan pemasaran baru.

“Kami sangat mengharapkan kegiatan ini terus dilaksanakan. Tahun ini menjadi pelaksanaan pertama dalam rangka 800 tahun, mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” pungkasnya.

Rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 dan Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara ke-800 berlangsung selama tujuh hari, 7–13 September 2026, dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang mengangkat sejarah, adat, budaya serta potensi ekonomi masyarakat.

Momentum tersebut sekaligus menjadi peluang untuk menunjukkan bahwa warisan sejarah Samudera Pasai tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi masyarakat dan promosi produk lokal Aceh Utara. (Zulmalik)

Share This Article