Sri Hartoyo lebih lanjut berharap agar perjalanan mudik bersama tersebut diberikan keselamatan dan kelancaran dalam perjalanan serta dapat kembali dengan selamat sesuai waktu yang ditetapkan, mengingat target penyelesaian seluruh venue pada akhir Juni 2018 yang akan datang. Sri juga mengingatkan jajaran kontraktor untuk menjaga Keamanan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi selama proyek berlangsung di masa cuti bersama Lebaran.
Sebanyak total 13 bus diberangkatkan, yang terdiri dari 7 bus merupakan pekerja PT.Adhi Karya yang mengerjakan lanjutan penataan kawasan, termasuk trotoar GBK, 4 bus adalah pekerja PT. Jaya Konstruksi yang mengerjakan Cofftea House dan Elevated Parking serta 2 bus dari PT.WIKA-PT. Arkonin (KSO) yang mengerjakan lanjutan venue GBK, seperti venue squash.
Sebelumnya PT.Nindya Karya juga telah melepas 3 bus mudik bareng pekerja proyek Jetski dan Layar. Beberapa tujuan para peserta mudik bareng yakni di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, melalui jalur Pantura maupun Pansela Jawa.
Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto menyampaikan bahwa mudik bareng baru dilaksanakan pada tahun ini. Mudik bareng dilaksanakan 4 hari setelah libur cuti bersama sebagai bukti bahwa Kementerian PUPR tetap berkomitmen menyelesaikan seluruh proyek pembangunan venue dan non venue AG.
“Sebagian proyek masih berjalan, terutama vendor asing yang tetap bekerja di masa Lebaran ini. Kami berkomitmen untuk memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik untuk negeri demi suksesnya penyelenggaraan dan prestasi dalam Asian Games 18 mendatang,” jelasnya. (Red/Dar)
