KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Keberadaan pasar tradisional mulai tergerus jaman. Hal ini karena mulai menjamurnya pasar modern serta online shop (belanja daring) sehingga tidak terjadi interaksi tawar menawar.
Melihat hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berupaya membangkitkan pasar tradisional dengan berbagai inovasi dan adaptasi dengan perkembangan jaman.
Melalui Bidang Pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi membuka luas pasar tradisional untuk para pelajar yang ingin mendapat edukasi belanja secara langsung.
Hal ini terlihat dari beberapa sekolah yang telah melakukan pembelajaran di pasar tradisional, salah satunya di pasar Seroja, Harapan Jaya, Bekasi Utara.
Pelajar dari SMP Negeri 5 Kota Bekasi antusias mengikuti arahan dan bimbingan dari gurunya dalam berbelanja di pasar tradisional tersebut.
Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Bekasi, Sujirman mengatakan bahwa kehadiran para siswanya ini merupakan bentuk pembelajaran dan pengenalan pasar tradisional yang tidak banyak anak-anak jaman sekarang yang tahu.
“Sekarang ini kan sudah banyak pasar modern sehingga dalam proses belanja mereka itu tidak ada kegiatan tawar menawar. Di Pasar tradisional ini karena tidak ada harga baku, anak-anak ini jadi melatih dan membandingkan harga yang ada kemudian mereka belajar menawar,” kata Sujirman, Rabu 28 Oktober 2026.
Selain itu, kata Sujirman, ini merupakan literasi dalam sebuah pembelajaran. Para siswa juga diajarkan berkomunikasi dan tawar menawar dengan orang yang belum dikenal. Sehingga, mereka memiliki pengalaman yang luar biasa.
“Jadi anak-anak ini setelah kegiatan ini paling tidak punya pengalaman, sehingga suatu saat disuruh orang tua belanja mereka sudah bisa,”imbuhnya.
Kegiatan ini telah dilakukan selama beberapa hari dan akan dilanjutkan sampai dengan kelas IX pada hari berikutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar, Disdagperin Kota Bekasi, Yudhistira menyambut baik kejadian para siswa dalam pengenalan pasar tradisional.
Menurutnya, edukasi tentang pasar tradisional bagi anak usia dini sangat perlukan, mengingat saat ini banyak pasar modern dan online shop yang semakin menggerus keberadaan pasar tradisional yang merupakan pusat ekonomi masyarakat yang sangat penting.
“Ini adalah upaya meningkatkan daya beli masyarakat, siswa siswi ini sambil belajar mengenal barang, bisa tawar menawar dan di sisi lain mereka nanti juga akan bercerita kepada orang tuanya. Mungkin saja yang biasanya sekarang belanja di pasar modern, bisa kembali ke pasar tradisional,” kata Yudistira kepada media.
Yudhistira kembali mengatakan bahwa pasar tradisional saat ini tidak kalah dengan pasar modern, dengan adaptasi dan menjaga kualitas barang serta pedagang yang ramah.
Pasar tradisional yang dahulu dikenal dengan kumuh dan bau, namun sekarang ini pasar tradisional telah berevolusi menjadi bersih dan tertata rapi sehingga para pengunjung merasa nyaman berbelanja. (Mam)

