Penyiraman Tanaman Otomatis, menggunakan sensor kelembapan tanah untuk mengatur kebutuhan air tanaman.
Robot Penanam Benih Otomatis, sebuah inovasi untuk membantu meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian.
Smart KTR Berbasis IoT, teknologi untuk mendeteksi pelanggaran di kawasan tanpa rokok.
Sistem Peringatan Dini Karhutla, memanfaatkan sensor gas dan suhu serta notifikasi SMS untuk memberikan peringatan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Robot River Guard, robot yang dirancang membantu membersihkan sampah secara otomatis di kawasan sungai.
Sistem Peringatan Dini Banjir Bengawan Solo, inovasi untuk mendeteksi potensi banjir akibat luapan sungai.
Jemuran Otomatis Tenaga Surya, teknologi yang memungkinkan jemuran terlipat secara otomatis ketika hujan.
Kandang Ternak Pintar, dilengkapi sensor untuk memantau ketersediaan pakan dan air minum.
Pendingin Suhu Unggas, inovasi untuk membantu menjaga suhu kandang dan menekan risiko kematian ternak.
Deretan karya tersebut menjadi bukti bahwa kompetisi sains dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya belajar menciptakan teknologi, mereka juga dilatih mengenali persoalan dan mencari jalan keluar melalui inovasi.
Seluruh karya yang dipamerkan selanjutnya akan melalui proses penilaian oleh tim juri secara komprehensif untuk menentukan hasil kompetisi.
Melalui LASABO 2026, Pemkab Bojonegoro berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menekuni dunia sains, penelitian, dan teknologi sejak dini.
Pembinaan talenta muda tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Harapannya, pelajar Bojonegoro tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah.
Kegiatan pembukaan LASABO 2026 turut dihadiri Asisten Daerah III Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BRIDA, perwakilan tim juri, guru pendamping, serta orang tua peserta. (Prokopim)(sh)

