NUSAKAMBANGAN,Harnasnews – Transformasi digital dalam pengelolaan data pemasyarakatan terus didorong melalui inovasi PANTAU NUSA (Pusat Analisis dan Monitoring Terpadu Nusakambangan) yang diinisiasi oleh Farah Rianda Nur Swandaru, S.Tr. Pas., M.M. Aksi perubahan tersebut mengusung judul “Optimalisasi Monitoring Data Warga Binaan Pemasyarakatan melalui PANTAU NUSA Berbasis Dashboard Digital Terintegrasi di Wilayah Nusakambangan dan Cilacap.
PANTAU NUSA dikembangkan sebagai dashboard digital berbasis web yang mengintegrasikan data WBP dari UPT Pemasyarakatan di wilayah Nusakambangan dan Cilacap ke dalam satu platform. Inovasi ini dibangun untuk mengubah mekanisme monitoring yang sebelumnya masih menggunakan pelaporan manual melalui Microsoft Excel menjadi sistem yang terintegrasi dan menjadi single source of truth.
Sebelum PANTAU NUSA dikembangkan, masing-masing UPT melakukan pelaporan menggunakan Microsoft Excel secara manual untuk kemudian dikirimkan kepada Koordinator Wilayah dan direkapitulasi menjadi laporan gabungan. Mekanisme tersebut menyebabkan informasi membutuhkan waktu untuk dihimpun dan berpotensi menimbulkan perbedaan waktu pembaruan data, human error, duplikasi, serta inkonsistensi informasi antar-UPT.
Melalui PANTAU NUSA, data dari seluruh UPT dapat dihimpun dalam satu platform. Dashboard dirancang untuk menyajikan berbagai informasi strategis, antara lain jumlah penghuni, kapasitas hunian, tingkat over kapasitas, mutasi WBP, WNA, residivis, klasifikasi tindak pidana, serta indikator lainnya. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung monitoring, evaluasi, pengawasan, pengendalian, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Pelaksanaan aksi perubahan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembentukan Tim Efektif, perancangan dan pengembangan dashboard, penyusunan SOP pengelolaan dan validasi data, integrasi database seluruh UPT, sosialisasi dan bimbingan teknis kepada operator registrasi, uji coba sistem, hingga monitoring dan evaluasi. Ruang lingkup tersebut dilaksanakan di Lapas Kelas I Batu selaku Koordinator Wilayah Nusakambangan dan Cilacap dengan melibatkan UPT Pemasyarakatan di wilayah tersebut.
PANTAU NUSA juga dirancang untuk mendukung pembaruan data secara langsung oleh masing-masing UPT. Selain membangun sistem, aksi perubahan ini juga memperhatikan kesiapan sumber daya manusia. Sosialisasi, pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan diberikan kepada operator registrasi agar mampu melakukan pembaruan data serta memanfaatkan dashboard secara tepat. SOP juga disusun sebagai pedoman dalam pengelolaan, pembaruan, validasi, dan monitoring data WBP.
Farah Rianda Nur Swandaru menjelaskan dalam laporan aksinya bahwa PANTAU NUSA diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan persyaratan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan tata kelola data pemasyarakatan dan mendukung pelaksanaan tugas Koordinator Wilayah Nusakambangan dan Cilacap.
“Dengan hadirnya PANTAU NUSA, proses monitoring data WBP diarahkan dari pola pelaporan yang tersebar menuju sistem digital yang terintegrasi. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas data, koordinasi antar-UPT, serta pemanfaatan informasi aktual sebagai pendukung pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan di wilayah Nusakambangan dan Cilacap,” terang Farah Rianda Nur Swandaru.(Hid)

