BOJONEGORO,Harnasnews – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Menyambut Perayaan Hari jadi Bojonegoro (HJB) ke 349 tahun.di rangkai dengan acara Festival ledre massal, Rangkaian Festival Ledre 2026 di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro sudah berlangsung Sarasehan dan Pelatihan pembuatan ledre bagi calon wirausaha baru, menjadi acara pembuka.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus mendorong munculnya generasi baru pengrajin ledre di Kabupaten Bojonegoro.
Pelatihan diikuti 22 peserta yakni peserta dari ibu-ibu calon wirausaha baru.
Sambutan pertama dari Camat purwosari Ike Widyaningrum Diriny menyampaikan “Bahwa kegiatan Festival Ledre menjadi momentum penting untuk mengenalkan ledre, makanan khas Bojonegoro, kepada generasi muda. Sekaligus mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu melihat potensi ledre sebagai peluang usaha.
Festival ledre yang pertama di adakan di Kabupaten Bojonegoro kami dari kecamatan Purwosari sangat bangga dan sangat berterimakasih kepada pemkab Bojonegoro dan semua pihak yang mensuport Festival Ledre ini menjadi pembuka dari rangkaian hari jadi Bojonegoro yang ke 149 Tahun, sehingga merupakan kebanggaan bagi kami. dipercaya untuk melaksanakan festival ledre pada malam hari.
Adapun maksud tujuan dilaksanakannya festival ini adalah tentunya tidak hanya seremoni tapi ini menjadi bagian tonggak awal dari berkembangnya industri UMKM yang ada di Bojonegoro khususnya yang ada di kecamatan Purwosari karena kita tahu mayoritas pengrajin ledre adalah warga kecamatan Purwosari dan memang tidak hanya menjadi mata pencaharian mereka , tapi betul-betul menjadi bagian dari keunikan dan juga bagian dari beberapa keunggulanproduk Asli Bojonegoro, Ledre bisa menjadi salah satu identitas daerah dari Kabupaten Bojonegoro.”Ucapnya.
“Rangkaian festival Iedre ini sudah dilaksanakan mulai tanggal 5 kemarin yaitu dilaksanakan pelatihan
wirausaha baru yang diikuti oleh 22 wirausaha baru yang dilaksanakan oleh Dinas perindustrian dan tenaga kerja di balai Desa gaplok dan tentunya ini nanti kami harapkan adanya pelatihan yang betul-betul bisa terukur dan juga bisa menjadi seorang wirausaha muda”.
“lokakarya yang kemarin sudah dilaksanakan pada tanggal 7 yang dilaksanakan di aula SMK Purwosari diikuti oleh anak-anak SMK dengan narasumber dari Ibu Kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata kemudian juga ada dari perusahaan ada Pepsi dari Bojonegoro Raya serta pelaku kolaboradi yang ada di Purwosari.
Puncak acara Dari tadi pagi yaitu pembukaan UMKM yang diikuti oleh 40 UMKM seluruhnya dari kecamatan Purwosari kemudian hari ini juga akan di meriahkan dengan pembuatan ledre massal yang dilakukan oleh 59 pengrajin ledre yang ada di kecamatan Purwosari dan nantinya juga mohon berkenan dari Ibu Wakil Bupati untuk membuka melounching Kampung ledre sekaligus nanti menjadi pertanda dimulainya festival ledre pada malam hari ini.”pintanya.
“Tentunya ini menjadi bagian dari kebanggaan kami dan kami harapkan ledre ke depan menjadi identitas dari masyarakat Bojonegoro yang tidaknya dikenal di Bojonegoro tapi nantinya juga bisa dikenal oleh seluruh Indonesia. bisa dijadikan sebagai salah satu makanan khas yang nantinya bisa dinikmati oleh seluruh peserta di dalam event maupun diruang rapat,” Harap ike.
“Sehingga nanti kita betul-betul bisa melestarikan dan juga memberikan kebanggaa luar biasa dari adanya ledre.”
“Kalau dulu kita kenal hanya berbagai satu varian tapi dengan dukungan dari bupati dan wakil bupati Bojonegoro saat ini sudah lebih bervariasi mulai dari ukuran rasa dan yang terbaru yang kita nikmati pada malam hari ini adalah merupakan bagian dari inovasi dan juga evolusi ledre sehingga diharapkan semua kalangan bisa merasakannya.”
“Dan mungkin dari panjenengan kalau yang sudah pernah merasakan ledre tapi belum mengetahui cara pembuatannya, karena biasanya yang dipikirkan ibu ibu itu seperti pembuatan gapit ini bisa dicetak dalam jumlah banyak, tapi ledre harus dibuat satu persatu sehingga di situ adalah keuletan ada kesabaran bikin ledre beda dari yang lainnya.”Tutupnya.
Masih pada acara festival ledre, Wakil Bupati Bojonegoro Hj.Nurul Azizah Dalam sambutanya menyampaikan.
Pelaksanaan festival hari ini adalah seirama dengan keinginan Bupati Bojonegoro H.Setyo Wahono bahwa pertumbuhan ekonomi ini harus selalu meningkat,karena Bupati begitu dilantik ada titik dasar kondisi data yang menjadi PR dan yang harus menjadi kebijakan dan di tahun 2026.
Kalau kita melihat di semester satu bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro apabila dengan migas tentu menjadi minus, kenapa minus karena akan berdampak langsung ketika pendapatan dan produksi migas ini berkurang sehingga sangat berdampak sekali, maka di tahun 2026 semester satu yaitu pertumbuhan ekonomi minus 3,72 sedangkan apabila dengan non migas Kita sebenarnya tinggi yaitu di angka 6,62 ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi naik signifikan sangat ditopang beberapa sektor,Sehingga ada peningkatan maka ke depan Kami meminta dari Kepala OPD bahwa pelaksanaan festival ini bisa menjadi agenda tahunan.”
“Bojonegoro punya 28 kecamatan yaitu satu bulan ini adalah Dua kecamatan yang melaksanakan Agenda ini sedangkan nanti yang lain .
Pada pokoknya adalah pada Agustus – September Oktober ini nanti yang Apakah di jadwalkan perminggu kalau dibagi dari 28 kecamatan yang kemudian ada 12 bulan berarti dalam satu bulan ada dua kecamatan sehingga dengan dua kecamatan kolaboratifnya katakanlah dari Dinas perdagangan bahwa malamnya dilakukan festival paginya baru dilanjut dengan car fre day (cfd) sehingga akan menjadi kolaboratif dan akan menjadi agenda, orang akan menunggu tidak hanya bahwa kegiatan satu satu tetapi tidak bisa langsung ramai kalau ini dinaikkan semua opd.
kemudian akan terjadwal betul-betul ini nanti akan menjadi kegiatan besar sehingga OPD yang hadir ini pun juga tidak satu dua tetapi semuanya agenda Januari kita akan datang kecamatan masukan-masukan contoh di Ambon Ada festival pisang di Sekar ada festival orang atau yang lain maka dari 28 kecamatan pasamat mulai sekarang sudah dibuat reng reng perencanaannya di tahun 2027 Pak Teja nanti anggarannya sudah berbunyi bahwa pelaksanaan ini nanti sinergi dan sudah menjadi kolaboratif dengan kaki sepatu oleh karenanya Kami bangga ketika hari ini dilakukan Festival bersama-sama mengikuti lomba tingkat provinsi
Hari ini kita sudah ada peningkatan namanya tadi adalah kemasannya nampaknya juga bagus dan ada lagi Kopi,Kopinya tadi kopi ledre,ketika ada tamu-tamu di Pemkab nanti dibuat syukuran khasnya Bojonegoro”pungkasnya.
Wakil bupati juga menyampaikan pesen agar pengusahan atau pemilik kopi ledre bisa Jemput bola, anda besok datang ke dinas kesehatan, besok juga diproses izinnya, jadi ledre ini sangat kolaboratif karena rasanya enak mengenyankan bisa membuat tenaga kuat power full.,Produk kopi Ledre ini patut kita berbangga hati, soalnya nggak ada yang punya kalau kopi ledre,”Minuman ledre bisa di suguhkan sebagai minuman Selamat datang para tamu tamu yang datang ke Bojonegoro” harapnya.
“Saat kita suguhkan minuman kopi ledre kita ekspresikan kebanggaa tersendiri pada tamu tamu yang hadir di Bojonegoro.”pesannya.
Pada kesempatan tersebut Wabup Bojonegoro juga ber pesan pada Seluruh Camat yang yang hadir di festival yakni, ia bertanya Pada para camat, “.Apakah setiap kecamatan sudah membuat inovatif dan tantangan,”Pertanyaan ini di tujukan pada seluruh Camat, kira-kira inovasi, apa yang Sudah siap diselenggaran festival dengan ide tema kreatif ikon kebanggaan Masing masing kecamatan”,tutupnya.
Selanjutnya Lounching Festival ledre pada 08 Oktober 2026 Resmi di pussh up oleh Wakil Bupati Bojonegoro. Hj.Nurul Azizah, Tampak Gemerlap lampu-lampu kembang Api mewarnai langit purwosari, Pekikan suara sorak sorai dari tamu undangan maupun pengunjung, yang berasa dari warga se kecamatan purwosari memadati lapangang tersebut.(sh).

