Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah Hadiri Acara Umbul Dungo Kelurahan Kepatihan Tahun 2026

Harnasnews
4 Min Read

Melalui program tersebut, seluruh UMKM di Kelurahan Kepatihan didorong memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), memperoleh sertifikasi halal secara menyeluruh, serta mendapatkan akses digitalisasi pemasaran melalui platform ojek online lokal.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, seluruh produk kuliner UMKM yang disajikan dalam acara tersebut dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hiburan campursari dan pertunjukan Langen Tayub yang menghibur warga hingga malam hari.

Kehadiran Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menjadi perhatian tersendiri. Di hadapan warga, ia memberikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan Kelurahan Kepatihan dalam mengembangkan tradisi menjadi kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, Umbul Dungo tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga sarana memperkuat doa dan kebersamaan warga demi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan bantuan dari Bupati Bojonegoro berupa gerobak usaha bagi sembilan pedagang serabi yang selama ini konsisten menjaga eksistensi kuliner khas Bojonegoro.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Nurul Azizah mendorong agar kegiatan ini mendapatkan dukungan lebih luas dan menjadi agenda resmi tingkat kabupaten.

Usulan tersebut langsung mendapat respons positif dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elsa, yang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pengembangan kegiatan tersebut.

Mulai tahun depan, Umbul Dungo dan Festival Seribu Serabi akan resmi masuk dalam kalender agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan promosi budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Dukungan juga datang dari unsur Forkopimcam Bojonegoro, termasuk Camat, Kapolsek, dan Danramil yang berkomitmen menjaga keamanan serta mendukung Kepatihan sebagai contoh keberhasilan kolaborasi antara pelestarian budaya dan inovasi modern.

Acara ditutup dengan pembukaan simbolis melalui pemukulan gong oleh Wakil Bupati Bojonegoro yang didampingi Lurah Kepatihan, Kepala Disbudpar, Forkopimcam, serta para Ketua RT dan RW setempat.

Dengan ditetapkannya Umbul Dungo sebagai agenda tahunan kabupaten, masyarakat Kepatihan optimistis tradisi warisan leluhur akan terus hidup dan berkembang, berjalan seiring dengan kemajuan UMKM serta pertumbuhan ekonomi kreatif yang semakin menjanjikan. (Prokopim)(SH).

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *