LAMPUNG, Harnasnews – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menaruh keprihatinan mendalam atas ancaman penyebaran paham radikalisme yang kini secara masif menyasar kalangan anak-anak dan generasi muda.
Isu krusial tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) yang digelar DPRD Provinsi Lampung bersama pendiri NII Crisis Center sekaligus produser film Ageman, Ken Setiawan, di kawasan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Sabtu (7/11/2026).
Dalam paparannya, Ken Setiawan membeberkan fakta miris mengenai 782 anak yang teridentifikasi terpapar doktrinasi radikal.
Menurutnya, persoalan ini berakar dari lemahnya kemampuan literasi kritis anak dalam memilah dan menyaring informasi di era digital.
“Anak-anak saat ini berada pada posisi membaca tetapi belum tentu memahami apa yang dibaca.
Ketika anak tidak terbiasa berpikir kritis, mereka sangat rentan dimanipulasi oleh kelompok radikal yang menawarkan doktrinasi sederhana seolah hanya ada pilihan benar-salah atau surga-neraka,” ujar Ken Setiawan
Ken menjelaskan, kelompok ekstremis kerap memanfaatkan celah psikologis anak-anak yang merasa kurang mendapatkan perhatian di lingkungan keluarga maupun sekolah dengan menawarkan rasa memiliki dan solidaritas palsu.

