Bimtek Kepala Sekolah dan Tendik Sekolah Rakyat se-Jatim,Prof Nuh Puji kepemimpinan Khofifah

SURABAYA,Harnasnews – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai berkesempatan menjadi moderator dalam Bimbingan Teknis Bagi Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat provinsi setempat, Jumat, 16 Januari 2026.

Aries memimpin jalannya pembekalan dalam materi yang disampaikan Prof Dr Ir Muhammad Nuh, DEA yang merupakan seorang negawaran sekaligus pemikir Sekolah Rakyat.

Hadir juga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim.

Pada kesempatan tersebut, Prof Nuh berpesan kepada kepala sekolah maupun para tenaga kependidikan untuk mengutamakan kesetiaan dalam memimpin Sekolah Rakyat.

“Nilai paling utama dalam mengurusi Sekolah Rakyat dan yang paling mahal itu adalah kesetiaan. Setia itu melebihi dari tanggung jawab dan tugas,” ujarnya.

Mantan Rektor ITS Surabaya tersebut juga menyampaikan bahwa ukuran kehadiran negara yang paling nyata adalah ketika anak-anak yang paling lemah tetap mendapat pendidikan bermutu.

Selain itu, menurut dia bahwa pendidikan adalah satu-satunya instrumen paling beradab untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketidakberdayaan.

Mantan Menteri Pendidikan Nasiona itu juga mengingatkan bahwa tidak ada ciptaan Tuhan yang percuma dan manusia adalah sebaik-baik ciptaan Tuhan.

“Setiap manusia memiliki keunikan maka temukan keunikan itu sebagai modal sukses,” ucap Prof Nuh.

“Saya juga berpesan bahwa orang baik adalah orang yang mempunyai kebiasaan baik. Semakin baik, semakin banyak kebiasaan baiknya. Nah, kebiasaan baik inilah yang harus dilakukan para kepala sekolah dan tenaga kependidikan,” tambah mantan Menkominfo tersebut.

Terhadap pelaksanaan pelatihan, Prof Nuh mengapresiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang menginisiasi pelaksanaan bimbingan teknis itu.

Menurut dia, selain menjadi provinsi terbanyak memiliki Sekolah Rakyat beroperasi yang berada di 26 titik, Jatim harus menjadi contoh provinsi lain.

“Apalagi yang hadir Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi dan Mensos Gus Ipul. Saya belum pernah dengar provinsi lain berbuat sama. Ini harus diapresiasi dan kepala sekolah maupun tenaga kependidian di Jatim wajib bangga,” tuturnya.

Sementara itu, sang moderator Aries Agung Paewai menyatakan bahwa bimtek dilakukan untuk penguatan kepemimpinan Sekolah Rakyat, sekaligus penajaman indikator kinerja berbasis dampak.

Kemudian, penguatan pendampingan dan supervisi substantif serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Tentu, lanjut dia, semua ini sesuai program Gubernur Khofifah yaitu Jatim Cerdas. Yakni, pendidikan berdampak, mewujudkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

“Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang menghadirkan keadilan, membuka harapan dan menyiapkan masa depån anak Indonesia,” katanya.(Red/Hum)

Leave A Reply

Your email address will not be published.