PAMEKASAN, HARNASNEWS – Madura sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Achsanul Qosasi, mengapresiasi rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menambah layer baru tarif Cukai Hasil Tembakau atau CHT.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah positif apabila diarahkan untuk memberi ruang bagi pengusaha kecil dan menengah agar dapat masuk ke dalam sistem legal.
Achsanul menilai, selama ini banyak pelaku usaha hasil tembakau berskala kecil menghadapi tantangan besar untuk masuk ke sistem resmi. Karena itu, negara tidak cukup hanya hadir melalui pendekatan penindakan, tetapi juga harus memberi jalan pembinaan.
“Layer baru CHT adalah langkah baik. Tetapi bagi Madura, jalan keluar dari kemiskinan membutuhkan kebijakan yang lebih besar: KEK Tembakau,” ujar Presiden Madura United Fc itu, dikutip dari unggahan Instagramnya, Selasa (2/6).
Menurutnya, kebijakan penambahan layer CHT dapat menjadi pintu masuk bagi pengusaha kecil dan menengah untuk tertib, legal, serta berkontribusi kepada penerimaan negara. Namun khusus untuk Madura, persoalan tembakau tidak hanya menyangkut tarif cukai semata.
Achsanul menjelaskan, masalah utama tembakau Madura jauh lebih mendasar. Di dalamnya terdapat persoalan tata niaga yang belum adil, posisi petani yang masih lemah, industri rakyat yang sulit naik kelas, serta nilai tambah ekonomi yang belum sepenuhnya kembali kepada masyarakat Madura.
Karena itu, ia mendorong pemerintah agar tidak berhenti pada kebijakan teknis tarif, melainkan melangkah lebih jauh dengan mempercepat penerapan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Tembakau Madura.
“Layer baru CHT bisa menjadi pintu masuk. Tetapi Madura membutuhkan rumah besar untuk membenahi seluruh ekosistem tembakaunya,” tegasnya.
Achsanul menyebut, gagasan KEK Tembakau Madura telah disusun melalui proses akademik dan kajian panjang. Selama enam bulan, penyusunan Naskah Akademik dilakukan dengan melibatkan lima universitas di Surabaya dan Madura. Proses tersebut mencakup FGD, seminar, survei, pemetaan wilayah, serta kajian atas kekuatan dan kelemahan ekonomi rakyat Madura.

