Jika Jakarta Etalase, Bekasi Pabrik dan Dapurnya, Ketua KADIN: Tanpa Bekasi, Rantai Pasok Lumpuh

Pusat
5 Min Read

KOTA BEKASI, Harnasnews – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, mendesak agar stigma lama Kota Bekasi sebagai “Kota Penyangga Jakarta” segera dibongkar.

Menurutnya, frasa tersebut mereduksi potensi besar Bekasi dan menempatkan Bekasi seolah hanya sebagai halaman belakang, tempat tidur bagi pekerja Jakarta, dan pelarian dari macetnya ibukota.

“Sudah saatnya definisi itu kita bongkar. Bekasi bukan sekadar penyangga. Bekasi adalah Mitra Strategis Utama bagi DKI Jakarta, bahkan bagi perekonomian nasional. Kita bukan beban Jakarta, kita adalah mesin yang menggerakkan Jakarta,” tegas Qadar Ruslan Siregar (QRS) dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Kekuatan Ekonomi Rp279 Triliun Tak Bisa Diremehkan

Ruslan membeberkan dua modal besar yang membuat Bekasi layak disebut mitra setara, bukan sekadar penyangga.

Pertama, kekuatan ekonomi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bekasi hari ini menembus angka sekitar Rp279 triliun. Angka ini merupakan salah satu PDRB kota tertinggi di Jawa Barat dan di wilayah penyangga Jabodetabek.

“Ini bukan angka kecil. Angka ini lahir dari denyut nadi industri manufaktur yang sangat besar, perdagangan yang masif, logistik, hingga jasa yang tumbuh pesat di sepanjang koridor Bekasi – Cikarang – Karawang,” jelasnya.

Ia menganalogikan, jika Jakarta adalah etalase dan pusat transaksi, maka Bekasi adalah pabrik, gudang, dan dapurnya. Tanpa Bekasi, rantai pasok Jakarta akan lumpuh.

Kedua, kekuatan demografis. Jumlah penduduk Kota Bekasi telah melampaui 2,6 juta jiwa. Bagi KADIN, ini bukan sekadar jumlah, melainkan pasar raksasa.

“Ini adalah 2,6 juta konsumen, 2,6 juta talenta produktif, dan destinasi utama kaum urban dan arus migrasi kerja terdidik. Bonus demografi Indonesia itu nyata ada di Bekasi. Dengan dua modal besar ini, PDRB raksasa dan populasi urban yang produktif, sangat tidak adil jika Bekasi hanya diposisikan sebagai penyangga yang pasif,” paparnya.

Tiga PR Besar Agar Naik Kelas Jadi Mitra Setara

Share This Article