Asosiasi Sebut Belum Ada Alasan Untuk Impor Beras

Harnasnews
2 Min Read
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (tengah) menyaksikan petugas Bulog mengambil sampel beras saat melakukan sidak bahan pangan pokok di gudang penyimpanan Bulog Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/12/2019). Dalam sidak yang dilakukan pemerintah daerah bersama Kemendag itu ditemukan beras impor medium bau apek, yang selanjutnya akan diuji laboratorium untuk memastikan masih layak dikonsumsi atau tidak. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/ama.

JAKARTA, Harnasnews.com – Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas mengatakan saat ini belum ada alasan untuk impor beras mengingat rencana tersebut berdekatan dengan masa panen raya.

“Alasan (pemerintah) untuk menjaga stok, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan,” kata Dwi dalam pernyataan di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan produksi beras dalam negeri saat ini dalam posisi aman yang terlihat dari penurunan harga gabah kering panen di tingkat petani sejak Oktober 2020.

“Turunnya harga gabah kering di tingkat petani ini menandakan bahwa stok beras sangat memadai, karena biasanya sejak akhir tahun itu naik. Tapi ini kenapa mengalami penurunan, artinya stok beras nasional cukup,” ujarnya.

Menurut dia, Bulog seharusnya mampu meningkatkan daya serap petani dalam negeri dan memperbaiki manajemen tata kelola beras di gudang agar kualitas beras tidak menurun, bukan meminta tambahan stok impor.

“Kalau untuk stok, kenapa tidak ambil dari petani. Bulog ini hanya menyerap 1,4 juta ton dari petani, padahal seharusnya bisa menyerap gabah dan beras sampai 2,5 juta ton,” kata Kepala Biotech Center IPB University itu.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *