ACEH UTARA, Harnasnews – Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan melibatkan ulama kharismatik dan tokoh dayah.
Peringatan tahun ini diarahkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum memperkuat nilai keislaman, tradisi dayah, serta semangat kebangkitan daerah.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat di ruang kerja Bupati Aceh Utara, Kamis (8/10/2026), bersama sejumlah ulama sepuh dan jajaran pejabat terkait. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menginginkan pelaksanaan Hari Santri tahun ini berlangsung meriah, khidmat, dan memiliki makna bagi kehidupan masyarakat.
Dalam arahannya, Ayah Wa menekankan pentingnya mengangkat filosofi busana santri sebagai bagian dari identitas dan nilai kesederhanaan dalam tradisi pendidikan Islam.
“Kupiah berwarna putih, kain sarung berwarna hitam. Orang yang memakai kain sarung itu berkhusyuk. Beginilah merayakan Hari Santri,” ujar Ayah Wa, sebagaimana disampaikan dalam rilis kegiatan.
Rapat tersebut turut dihadiri ulama kharismatik Aceh Utara, Abu Tumin Blang Poroh dan Abu Paya Pasi. Sejumlah pejabat pemerintah juga hadir, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), serta perwakilan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU).
Ayah Wa Tunjukkan Takzim kepada Ulama Sepuh
Suasana rapat berlangsung dalam nuansa keakraban dan penghormatan terhadap ulama. Momen yang menarik perhatian terlihat ketika Ayah Wa mencium tangan serta membantu memapah para Abu sepuh saat memasuki dan meninggalkan ruangan.

