Bangunan Bersejarah Di Mustikajaya

Harnasnews
3 Min Read
Bangunan bersejarah sebagai cagar budaya di Mustikajaya Kota Bekasi setelah beberapa kali dipugar
Lumbung padi, salah satu bangunan kuno yang masih asli di area rumah gedong di Mustikajaya

Minah (72), salah satu tokoh masyarakat yang mengetahui sejarah dari rumah gedong menuturkan bahwa bangunan tersebut dulunya dijadikan markas oleh laskar pejuang pada era revolusi.

Ia mendengar cerita turun temurun tentang bangunan di atas lahan sekitar 7000 meter persegi tersebut dari ayah dan kakeknya. Terlihat juga ada beberapa sukur tua serta tumpukan batu bata yang diperkirakan sudah berusia tua.

Sementara itu, Lurah Mustikajaya, Mochamad Adhie menuturkan bahwa keberadaan cagar budaya yang berada di wilayahnya itu merupakan peninggalan sejarah yang harus dilestarikan.

“Harapan kami pemerintah kota Bekasi khususnya di Mustikajaya agar tetap lestari dan tetap terjaga,” katanya.

Bangunan dengan nilai estetika tinggi itu juga berkaitan dengan sosok yang mendiaminya yang seorang penyebar agama Islam pada masa lalu. Ibu Siti, yang tinggal di lokasi itu dan hingga akhir hayatnya tetap tinggal di tempat itu.

“Dari segi estetika, peninggalan di gedong tua, banyak sejarah yang tertinggal di sini, dari mulai perjalanan penyebaran agama Islam di kelurahan Mustikajaya, sampai dengan penyebaran seninya, di gedong ini cukup lumayan,” imbuhnya.

Kini makam Ibu Siti yang dahulu memang dihormati sebagai salah satu tokoh, kerap dikunjungi warga dari berbagai daerah untuk berziarah. (Mam)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *