Camat Diminta Perkuat Pengawasan dan Koordinasi
Marzuki meminta para camat lebih proaktif mendampingi geuchik dalam proses pendataan warga terdampak banjir.
Koordinasi antara camat dan geuchik, kata dia, harus diperkuat agar setiap perubahan data korban dapat segera disampaikan kepada pemerintah kabupaten.
“Ke depan, kita minta koordinasi antara camat dan geuchik harus lebih ditingkatkan agar tidak ada lagi kendala birokrasi dalam penyaluran bantuan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para geuchik agar tidak mengabaikan permintaan pembaruan data dari pemerintah kabupaten.
Menurutnya, data yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan penerima bantuan dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipetakan dengan baik.
Jangan Sampai Miskomunikasi Rugikan Korban Banjir
Marzuki berharap persoalan pendataan dan komunikasi antarpemerintahan segera diperbaiki sehingga tidak kembali menimbulkan keluhan masyarakat.
Ia juga menyinggung upaya Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil alias Ayah Wa yang disebut terus berupaya memperjuangkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari gampong, kecamatan hingga kabupaten, memperkuat koordinasi dan memastikan data korban selalu diperbarui.
“Geuchik jangan bosan-bosan kalau sewaktu-waktu diminta data oleh pihak kabupaten. Ini penting agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi masyarakat,” ujarnya.
Polemik bantuan banjir Aceh Utara tersebut kini menjadi perhatian DPRK. Evaluasi terhadap data korban, mekanisme verifikasi, komunikasi kecamatan-gampong dan distribusi bantuan dinilai penting untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi.
Masyarakat terdampak pun membutuhkan kepastian bahwa setiap bantuan yang disalurkan pemerintah benar-benar berdasarkan data dan kondisi faktual di lapangan. (Zulmalik/tim)

