Pada Pemilu 2018 di Kamboja, Putu menuturkan bahwa Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang dipimpin Perdana Menteri Hun Sen kembali memenangkan pemilu, meski ada 17 partai politik yang menjadi peserta pemilu saat itu.
Menurut dia, Hun Sen yang memimpin Kamboja di usianya yang ke-70 tahun itu telah membawa negaranya mencapai status berpenghasilan menengah ke bawah, dengan peningkatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
“Sektor manufaktur tekstilnya, terutama untuk merek-merek terkenal Barat, berkembang pesat, menciptakan lapangan kerja vital. Sementara ekonomi tumbuh rata-rata 7,7 persen antara tahun 1998 dan 2019,” ucapnya, dikutip dari antara.
Putu lantas mengatakan bahwa Hun Manet, putra dari Perdana Menteri Hun Sen, di gadang-gadang akan menggantikan tampuk kepemimpinan ayahnya pada Pemilu 2023. Dia menyebut bahwa Hun Manet yang merupakan lulusan akademi militer West Point Amerika Serikat saat ini menjadi jenderal bintang empat pada usianya yang ke-45 tahun.
“Di umur 45 tahun, Hun Manet saat ini Jenderal berbintang empat di Kamboja. Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Lalu, Hun Manet juga mempunyai pendidikan tinggi dengan gelar master dari Universitas New York dan gelar doktor dari Universitas Bristol Inggris. Keduanya di bidang ekonomi. Dia melewati pendidikan ayahnya dan bahkan di usia muda sudah sering bertemu pemimpin dunia, wakil pemimpin dan menteri luar negeri dari negara lain,” tutur dia. (qq)

